Senin, 29 DESEMBER 2025 • 18:12 WIB

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana Aceh Melalui Penerbangan Helikopter

Author

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana Aceh Melalui Penerbangan Helikopter

Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan mengirimkan helikopter pribadi untuk mendukung Gubernur Aceh dalam penanggulangan bencana.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Sebanyak 53 helikopter dari berbagai unsur pemerintah dan swasta dikerahkan untuk mengangkut logistik ke daerah-daerah terpencil yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.

Pengiriman Helikopter Pribadi ke Aceh

Dalam minggu pertama setelah bencana terjadi, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan helikopter pribadi untuk digunakan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau lebih dikenal sebagai Mualem.

Teddy Indra Wijaya menjelaskan, "Kalau saya boleh cerita sedikit, jadi sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya."

Penggunaan helikopter ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana, terutama dalam mengirimkan bantuan ke titik-titik yang terisolasi.

Teddy menambahakan bahwa kehadiran helikopter memberikan fleksibilitas bagi tim penanggulangan bencana untuk menjangkau daerah-daerah sulit.

Koordinasi Antara Berbagai Pihak

Teddy Indra Wijaya menyampaikan mengenai pentingnya koordinasi antara TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan pihak swasta dalam penanganan bencana yang sedang berlangsung.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dia menyebutkan bahwa ada 53 helikopter yang terlibat dalam operasional ini, yang merupakan gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pihak swasta seperti Pertamina.

"Ada 53 helikopter gabungan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, kemudian ada swasta, Pertamina, dan lain sebagainya," ungkap Teddy.

Operasi penerbangan ini bertujuan untuk membawa logistik ke daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat bencana, guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

Tantangan dan Hasil Namun Konstruktif

Menanggapi kritik atas penanganan bencana yang dinilai lebih lambat dibandingkan pemerintah sebelumnya, Teddy menjelaskan bahwa setiap bencana memiliki tantangan unik yang memerlukan pendekatan berbeda.

"Setiap bencana punya tantangan sendiri, butuh penanganan sendiri, dan yang pasti setiap pemerintah di kala itu pasti ingin yang terbaik," ujarnya.

Ia mengungkapkan harapan agar penanganan bencana dapat menjawab kebutuhan mendesak masyarakat sambil memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Dalam waktu satu bulan, pemerintah mencatat kemajuan signifikan, dengan 72 jalan nasional di tiga provinsi terdampak bencana yang sudah kembali tersambung.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU