Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyerukan komitmen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah situasi kontroversial pengusiran nenek Elina Widjajanti (80). Ajakan ini disampaikan seiring dengan insiden yang melibatkan organisasi masyarakat di Surabaya.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Eri menyatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan pertemuan dengan berbagai suku dan organisasi masyarakat pada awal Januari 2026 untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya persatuan.
Pentingnya Penegakan Hukum
Eri Cahyadi menegaskan bahwa penyelesaian konflik seharusnya berdasarkan hukum yang berlaku. Dia mengajak masyarakat untuk menyerahkan kasus pengusiran Nenek Elina kepada aparat kepolisian agar ditangani secara adil.
Menurutnya, warga yang mencintai Kota Surabaya akan berusaha menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.
Eri juga menegaskan bahwa semua pihak harus menjaga kedamaian dan bahwa masalah seperti ini tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Kronologi Pengusiran
Pengusiran Elina terjadi di Dukuh Kuwukan, Lontar, Sambikerep, yang dilakukan oleh sekitar 20 hingga 30 orang secara paksa, ungkap kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja.
"Ini jelas eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan," tegas Wellem pada Rabu, 24 Desember 2025, merujuk pada tindakan tersebut yang dianggap melanggar hukum.
Dalam peristiwa tersebut, Elina ditarik dan diangkat oleh beberapa orang, padahal di dalam rumah berada anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
Dampak Sosial dan Psikologis
Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga menyebabkan trauma bagi Elina dan keluarganya. Wellem mencatat adanya saksi yang melihat kejadian tersebut, termasuk rekaman video yang mendokumentasikan pengusiran.
"Nenek ini sampai bibirnya berdarah," ujar Wellem, menandakan kekerasan yang dialami oleh kliennya saat pengusiran.
Keberadaan lansia dan balita di dalam rumah pada saat pengusiran menjadi perhatian, menunjukkan betapa rentannya situasi ini dan pentingnya perlindungan hukum bagi mereka.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: