Senin, 29 DESEMBER 2025 • 15:06 WIB

Dampak Gula Terhadap Mood: Menelusuri Hubungan Makanan Manis dan Emosi

Author

Dampak Gula Terhadap Mood: Menelusuri Hubungan Makanan Manis dan Emosi

Makanan manis sering dipandang sebagai solusi ampuh untuk meningkatkan suasana hati saat merasa terpuruk. Namun, asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan fluktuasi mood yang signifikan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Tulisan ini membahas pengaruh makanan manis terhadap kondisi emosional dan membongkar fakta-fakta di balik kenikmatan gula yang sering kali disalahartikan.

Bagaimana Makanan Manis Memengaruhi Otak

Ketika seseorang mengonsumsi makanan manis, otak memproduksi dopamin, hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa gembira setelah mengonsumsi cokelat atau kue.

Produksi dopamin, meskipun memberikan kebahagiaan sementara, tidak bertahan lama. Setelah mencapai puncaknya, efek gula mulai memudar dan sering disertai dengan rasa 'down'.

Dr. Sarah Alverson, seorang ahli gizi, menyatakan, "Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat, tetapi diikuti dengan penurunan yang tajam, membuat mood kita berfluktuasi."

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, makanan manis dapat memberikan kebahagiaan instan. Namun, jika konsumsi gula tidak diatur, bisa memicu masalah kesehatan serius, seperti diabetes dan depresi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi makanan manis dalam jumlah tinggi cenderung mengalami tingkat gejala depresi yang lebih tinggi. Hal ini terjadi karena ketidakstabilan kadar gula darah yang dapat mempengaruhi mood secara langsung.

Contohnya, seseorang yang menerapkan diet tinggi gula bisa mengalami siklus mood yang lebih ekstrem, merasakan kebahagiaan pada satu hari dan kebalikan di hari berikutnya.

Mengatur Asupan Gula dengan Bijak

Untuk menjaga mood tetap stabil, penting bagi individu untuk mengatur asupan gula. Memilih sumber makanan manis yang lebih alami, seperti buah-buahan, merupakan langkah bijak.

Kandungan serat dalam buah dapat memperlambat proses pelepasan gula ke dalam aliran darah. Dengan cara ini, individu dapat terhindar dari lonjakan dan penurunan energi yang mendadak.

Dr. Alverson menyarankan, "Penting untuk seimbang dalam asupan. Makanan yang manis perlu dinikmati, tetapi dengan porsi yang seimbang dan tidak berlebihan."

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU