Sebanyak 1.392 personel gabungan dari kepolisian telah disiapkan untuk mengawal aksi unjuk rasa buruh yang menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 di Jakarta Pusat hari ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Detail Aksi Unjuk Rasa
Unjuk rasa ini diorganisir oleh Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) dan melibatkan berbagai elemen massa lainnya, yang terpusat di kawasan Gambir.
Selain itu, Partai Buruh juga berpartisipasi dalam aksi tersebut, yang bertujuan untuk menyuarakan tuntutan mengenai UMP yang dianggap tidak mencukupi.
Kapolres Susatyo mengingatkan para demonstran untuk menjaga ketertiban, dengan mengatakan, 'Kami juga mengimbau agar aksi dilakukan secara damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas.'
Pendekatan humanis tanpa penggunaan senjata api menjadi strategi utama kepolisian untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat.
Tuntutan Buruh
Aksi unjuk rasa ini mengusung sejumlah tuntutan kunci, termasuk penolakan atas kenaikan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 dan mendesak diberlakukannya Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) yang lebih layak.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Said Iqbal, Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, menyoroti sejumlah alasan yang mendasari penolakan tersebut, terutama berkaitan dengan perbandingan biaya hidup di Jakarta dan daerah sekitarnya.
Ia mengemukakan bahwa biaya hidup di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi tidak seharusnya lebih rendah dibandingkan dengan DKI Jakarta.
Tuntutan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup para buruh agar lebih layak, mengingat tantangan ekonomi yang dihadapi.
Pengaturan Lalu Lintas dan Dampak
Kapolres juga menginformasikan bahwa pengaturan lalu lintas selama unjuk rasa akan dilakukan secara situasional, sesuai dengan perkembangan jumlah massa di lapangan.
Masyarakat diminta untuk mempertimbangkan jalur alternatif, mengingat adanya potensi kemacetan di sekitar Monas akibat aksi demonstrasi.
Rekayasa lalu lintas ini dirancang untuk memastikan kelancaran arus di jalan utama, meskipun aksi demonstrasi tetap berlangsung.
Kepolisian melakukan langkah-langkah ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pengendara saat unjuk rasa berlangsung.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: