Senin, 29 DESEMBER 2025 • 12:07 WIB

Faktor Penyebab Kekakuan Otot Setelah Duduk Lama

Author

Faktor Penyebab Kekakuan Otot Setelah Duduk Lama

Fenomena kekakuan otot setelah duduk dalam waktu lama bukanlah hal yang asing bagi banyak orang. Penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa hal ini terkait dengan sirkulasi darah yang terganggu dan postur duduk yang tidak tepat.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Dudukan yang kurang ergonomis dapat menyebabkan otot-otot menjadi tegang, menyebabkan ketidaknyamanan yang dirasakan saat kita beranjak dari posisi duduk. Hal ini menjadi relevan untuk diteliti mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk.

Pengaruh Posisi Duduk Terhadap Otot

Posisi duduk yang tidak sesuai dapat memberikan tekanan berlebih pada otot, terutama ketika postur duduk salah. Akibatnya, aliran darah ke otot mengalami penurunan, yang berpotensi menyebabkan kekakuan dan nyeri.

Menurut penelitian, keadaan otot yang tidak mendapatkan cukup oksigen berisiko lebih tinggi untuk mengalami kerusakan. Otot yang tertekan dalam waktu lama dapat mengalami hipertonus, yaitu keadaan di mana otot tegang secara berlebihan akibat posisi yang terus-menerus statis.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dampak Terhadap Sirkulasi Darah

Jangkap waktu yang lama dalam posisi duduk sering kali menyebabkan sirkulasi darah menurun. Ketika sirkulasi darah terhambat, bukan hanya otot yang menjadi kaku, tetapi bisa juga terjadi pembengkakan pada jaringan sekitar.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa duduk lebih dari empat jam tanpa bergerak dapat meningkatkan risiko terkena kondisi kesehatan serius, seperti trombosis vena dalam (DVT). Pentingnya dinamik sirkulasi dalam tubuh perlu menjadi perhatian, karena otot tanpa aliran darah optimal tentu tidak dapat berfungsi dengan baik.

Mencegah dan Mengatasi Kekakuan Otot

Untuk mengatasi dan mencegah kekakuan otot, disarankan agar seseorang rutin bergerak setiap 30 menit. Melakukan stretching sederhana atau sekedar beranjak bisa membantu mengurangi ketegangan pada otot.

Perbaikan posisi duduk dengan menggunakan kursi ergonomis sangat dianjurkan untuk mengurangi tekanan yang timbul pada otot. Pendekatan yang konsisten dalam bergerak dapat memperbaiki sirkulasi darah dan kesehatan otot secara keseluruhan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU