Matcha, dikenal luas sebagai superfood dengan banyak manfaat, ternyata memiliki risiko kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Sangat penting untuk memahami efek samping yang mungkin muncul, termasuk gangguan pencernaan dan peningkatan risiko kanker kerongkongan.
Pengenalan tentang Matcha
Matcha adalah teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Proses produksinya melibatkan penggilingan daun teh utuh hingga menjadi bubuk halus, sehingga semua nutrisi, seperti kafein dan katekin, dapat diserap oleh tubuh.
Proses penanaman matcha dilakukan dengan cara khusus, yaitu menaungi tanaman selama 20-30 hari menjelang panen, untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine. Hal ini berkontribusi pada rasa yang khas serta nilai gizi yang tinggi pada matcha.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Kontaminan dalam Matcha
Produk matcha dapat terkontaminasi oleh logam berat dan pestisida, tergantung pada lingkungan tempat tanaman tumbuh. Penelitian menunjukkan bahwa matcha dari beberapa daerah memiliki risiko lebih tinggi mengandung zat berbahaya jika tidak diproses dengan baik.
Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk memilih produk matcha yang memiliki sertifikasi kualitas yang baik, untuk meminimalisir paparan bahan beracun yang merugikan kesehatan.
Efek Samping dan Risiko Kesehatan
Konsumsi matcha yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Ahli gizi Vidhi Chawla mengingatkan, 'Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan.' Meskipun kaya akan antioksidan, asupan katekin yang berlebihan bisa menyebabkan mual serta berisiko terhadap fungsi hati dan ginjal.
Selain itu, walaupun matcha sering diasosiasikan dengan kesehatan jantung, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, terutama bagi individu dengan hipertensi. Ibu hamil juga harus memperhatikan asupan kafein, mengingat risiko keguguran dan gangguan perkembangan janin akibat konsumsi kafein yang tinggi.
Dari segi alergi, beberapa individu mungkin mengalami reaksi seperti ruam atau sesak napas setelah mengonsumsi matcha. Jika mengalami gejala ini, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Terlebih lagi, mengonsumsi minuman panas pada suhu tinggi dapat merusak lapisan kerongkongan yang terkait dengan peningkatan risiko kanker.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: