Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter pada Jumat sore, 26 Desember 2025.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Erupsi ini menimbulkan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu yang membubung ke arah timur laut.
Detail Erupsi dan Aktivitas Seismik
Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru yang disampaikan oleh Sigit Rian Alfian menginformasikan bahwa erupsi kali ini teramati dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 108 detik.
Pada pagi hari yang sama, aktivitas seismik Gunung Semeru juga ditunjukkan dengan erupsi yang mengeluarkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak gunung.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Status Gunung Semeru dan Rekomendasi dari PVMBG
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada level III (Siaga), yang menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan bagi masyarakat sekitar.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar warga tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari puncak gunung.
Potensi Bahaya dan Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat risiko terjadinya awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak.
Di samping itu, adanya potensi lontaran batu serta bahaya guguran lava memerlukan perhatian serius, terutama di sekitar aliran sungai yang berasal dari puncak Gunung Semeru.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: