Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 19:58 WIB

Tahun 2025: Dinamika Pasar Kripto dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Global

Author

Tahun 2025: Dinamika Pasar Kripto dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Global

Tahun 2025 tercatat sebagai periode yang penuh dengan ketidakpastian di pasar keuangan, terutama bagi para pelaku aset digital.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kondisi ini menghadirkan banyak pembelajaran penting, menunjukkan bahwa narasi mengenai siklus kenaikan abadi tidak dapat bertahan tanpa dukungan likuiditas yang memadai.

Kebijakan Moneter dan Tantangan Pasar

Di tahun 2025, kebijakan moneter Amerika Serikat mengalami perubahan signifikan dengan adanya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Suku bunga yang diturunkan dari 4,5% di awal tahun menjadi 3,75% di akhir tahun seharusnya memicu kenaikan aset berisiko seperti kripto.

Namun, kenyataannya, likuiditas di pasar kripto tidak menunjukkan peningkatan yang diharapkan, mengakibatkan penurunan harga yang tajam.

Kebijakan Quantitative Tightening oleh The Fed justru mengurangi jumlah uang beredar, berkontribusi pada kemerosotan likuiditas di sektor kripto.

Tarif Perdagangan dan Penurunan Dolar

Kebijakan proteksionis yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump, berupa tarif impor universal dan sanksi dagang, semakin memperburuk keadaan pasar.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Pengumuman 'Liberation Day' menimbulkan kecemasan tentang inflasi biaya, mendorong investor untuk lebih memilih menyimpan uang tunai.

Akibatnya, Bitcoin dan aset kripto lainnya kesulitan mempertahankan momentum serta menarik investasi baru.

Investor lebih memilih instrumen yang dianggap lebih aman seperti obligasi pemerintah, menjauh dari volatilitas pasar kripto.

Kinerja Bitcoin dan Altcoin

Pada tahun 2025, Bitcoin sempat mencapai harga tertinggi baru di level US$ 125.251, tetapi mengalami penurunan tajam di akhir tahun.

Penurunan ini lebih dipengaruhi oleh spekulasi dibandingkan fundamental yang mendasari, menyebabkan banyak investor mengalami kerugian.

Sementara itu, kinerja aset kripto alternatif seperti Ethereum dan Solana menunjukkan stagnasi, gagal menarik minat dari institusi.

Hanya sedikit aset, seperti Binance Coin dan Zcash, yang berhasil menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mengindikasikan perubahan minat investor menuju ekosistem yang lebih stabil.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU