Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 15:15 WIB

CEO Telegram Dukung Kesuburan Melalui Donasi Sperma dan Warisan untuk Anak Biologisnya

Author

CEO Telegram Dukung Kesuburan Melalui Donasi Sperma dan Warisan untuk Anak Biologisnya

Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi pesan Telegram, mengumumkan kesiapan untuk membiayai proses bayi tabung bagi perempuan di bawah 37 tahun dengan menggunakan sperma miliknya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Inisiatif ini ditujukan untuk mengatasi masalah kelangkaan donor sperma berkualitas yang semakin meningkat di masyarakat saat ini.

Inisiatif dan Komitmen Pavel Durov

Durov, dengan kekayaan yang diperkirakan mendekati 17 miliar dolar AS, mengklaim telah menjadi donor bagi lebih dari 100 anak di luar enam anaknya dari tiga pasangan.

Dalam wawancara di podcast Lex Friedman, Durov menyampaikan, "Selama mereka dapat membuktikan kesamaan DNA dengan saya, suatu hari nanti—mungkin 30 tahun dari sekarang—mereka akan berhak atas bagian dari harta warisan saya setelah saya meninggal."

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Proses dan Persyaratan Donor

The Wall Street Journal melaporkan bahwa permintaan terhadap sperma Durov meningkat pesat di kalangan perempuan yang ingin hamil.

Puluhan perempuan telah menanggapi iklan di klinik di Moskwa yang memberikan akses gratis ke sperma Durov, di mana biaya proses IVF untuk perempuan di bawah usia 37 tahun ditanggung oleh Durov.

Dampak Lingkungan dan Rencana Masa Depan

Durov menyebutkan bahwa kondisi lingkungan, seperti polusi plastik, berkontribusi pada penurunan jumlah sperma dan meningkatnya tingkat infertilitas pria.

Dia merasa bangga dapat membantu lebih dari seratus pasangan di berbagai negara untuk memiliki anak dan berencana untuk menciptakan "open-source DNA" agar anak-anak biologisnya dapat saling menemukan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU