Kementerian Kesehatan memastikan bahwa 31 rumah sakit yang terdampak bencana di Aceh kini telah beroperasi kembali berkat upaya revitalisasi layanan kesehatan. Pemulihan ini bertujuan untuk mengutamakan keselamatan pasien di tengah situasi darurat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pentingnya penerapan layanan kesehatan yang mendesak dan bahwa fokus utama adalah mengoperasikan rumah sakit secara bertahap.
Proses Pemulihan Layanan Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemulihan layanan kesehatan tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga di provinsi lain seperti Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Dengan fokus pada pemulihan keseluruhan, pemerintah berupaya memastikan semua layanan kesehatan berjalan meskipun dalam kondisi yang belum sepenuhnya normal.
Budi menyebutkan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan cuci darah adalah dua layanan utama yang menjadi prioritas untuk segera beroperasi kembali. 'Alhamdulillah, seluruh layanan HD sudah kembali berjalan,' ungkapnya dengan harapan pemulihan dapat berlangsung dengan lancar.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Kerja Sama Tim Penanggulangan Bencana
Dalam proses pemulihan ini, Menteri Budi memberikan apresiasi besar kepada relawan dan manajemen rumah sakit yang terlibat. 'Kerusakan fasilitas kesehatan ini kompleks, dari bangunan hingga IPAL, sehingga penanganannya harus dipercepat bersama BUMN konstruksi,' jelasnya, menyoroti kolaborasi yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga 23 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana mencapai 1.112 jiwa. Meskipun situasi sangat kritis, upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan.
Statistik Korban dan Upaya Pencarian
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan informasi terbaru mengenai korban. Ia mencatat, 'Korban meninggal dunia kembali bertambah enam jiwa,' dan melaporkan bahwa jumlah korban hilang kini tercatat 176 orang.
Upaya pencarian terhadap korban yang hilang terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan. 'Kami memastikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban terdampak bencana masih terus berlangsung dengan mengerahkan personel dan peralatan sesuai kondisi lapangan,' kata Abdul, menegaskan komitmen pihak berwenang dalam menangani situasi ini.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: