Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 03:50 WIB

Dampak Negatif Konsumsi Gula Terhadap Energi Tubuh

Author

Dampak Negatif Konsumsi Gula Terhadap Energi Tubuh

Gula merupakan salah satu makanan yang banyak diminati, namun konsumsi berlebih dapat menyebabkan tubuh cepat lelah. Fenomena ini bukan sekadar mitos, tetapi memiliki penjelasan ilmiah yang mendasari efek negatif dari kelebihan gula terhadap energi tubuh.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Ketika seseorang mengonsumsi makanan manis, tubuh mengalami lonjakan energi yang bersifat sementara. Namun, setelah periode tersebut, dampak negatif seperti kelelahan dapat muncul, membuat individu merasa lesu dan kurang bersemangat.

Bagaimana Gula Bekerja di Tubuh

Ketika gula dikonsumsi, tubuh memprosesnya menjadi glukosa, yang berfungsi sebagai sumber energi utama. Glukosa tersebut diserap dengan cepat, memberikan dorongan energi instan.

Di sisi lain, setiap penyerapan gula memicu pankreas untuk memproduksi insulin guna mengatur kadar gula darah. Kelebihan konsumsi gula akan mengakibatkan produksi insulin yang berlebihan.

Tingginya kadar insulin ini dapat mengakibatkan penurunan drastis kadar gula darah, sehingga seseorang akan merasa lelah dan mengantuk. Fenomena ini sering disebut sebagai 'sugar crash' atau jatuhnya energi setelah lonjakan cepat.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Dampak Konsumsi Gula Berlebih terhadap Energi

Kelelahan akibat kelebihan gula tidak hanya muncul setelah konsumsi, tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Ketika gula terus-menerus dikonsumsi, tubuh mengalami kesulitan dalam memproduksi energi yang stabil.

Fenomena ini dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi dan produktivitas, berimplikasi pada kualitas pekerjaan dan aktivitas keseharian lainnya. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkontribusi pada peningkatan berat badan.

Kondisi berat badan yang meningkat dapat membuat seseorang lebih cepat lelah saat beraktivitas. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang harus bekerja lebih keras untuk membawa beban tambahan.

Alternatif Sehat untuk Energi yang Lebih Stabil

Sebagai alternatif, alih-alih bergantung pada gula, sebaiknya memilih sumber energi yang lebih sehat dan alami. Makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran, mampu memberikan energi yang lebih stabil.

Selain itu, protein juga berperan penting dalam mengatur kadar gula darah. Mengonsumsi makanan tinggi protein dapat memperpanjang rasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.

Dengan memilih makanan bergizi, individu tidak hanya memperoleh energi yang lebih baik, namun juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU