Kate Winslet, aktris berbakat yang dikenal luas setelah membintangi film Titanic, mengungkapkan tantangan hidup yang dihadapi setelah film tersebut dirilis.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Walaupun meraih kesuksesan besar, Winslet harus berjuang menghadapi sorotan media yang intens dan dampaknya terhadap kehidupannya.
Kesuksesan Titanic dan Awal Perjuangan
Film Titanic, yang ditayangkan pada tahun 1997, melambungkan nama Kate Winslet ke tingkat ketenaran global. Dalam film ini, Winslet berperan sebagai Rose DeWitt Bukater yang beradu akting dengan Leonardo DiCaprio.
Baru berusia 22 tahun saat film dirilis, Winslet menjadi pusat perhatian dan Titanic berhasil menempati puncak box office selama 15 minggu berturut-turut.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi Winslet pasca peluncuran film. "Itu mengerikan," ujarnya dalam wawancara dengan BBC Radio 4’s Desert Island Discs.
Intrusi Media dan Perjuangan Pribadi
Setelah popularitasnya meningkat, Winslet menjadi target utama paparazi yang menganggu privasinya. Ia menceritakan bagaimana ruang lingkup hidupnya mengecil karena perhatian media yang terus menerus.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Bahkan, terdapat kejadian di mana teleponnya disadap dan paparazi selalu membuntutinya ke mana pun ia pergi, menciptakan rasa ketidaknyamanan yang mendalam.
"Aku benar-benar sendirian. Aku takut sekali, bahkan hanya untuk sekadar tidur," ungkap Winslet, menggambarkan kecemasan yang ia alaminya saat mencoba menjalani kehidupan normal.
Ia juga mengungkapkan keluhannya tentang praktik tidak etis di kalangan media, termasuk upaya mencari informasi dengan menggeledah tempat sampah di rumahnya.
Menghadapi Tantangan Baru dan Dukungan Lingkungan
Setelah perceraian dari sutradara Sam Mendes pada tahun 2010, tantangan baru muncul dan intrusi media kembali meningkat. Winslet sering kali diikuti paparazi, terutama saat bersama anak-anaknya.
"Kamu tinggal tutup mulut, menunduk, dan terus berjalan," ungkapnya, menunjukkan cara pandang yang pragmatik dalam mengatasi tekanan di kehidupan sehari-hari.
Dukungan dari teman-teman dan lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Winslet merasa beruntung memiliki tetangga yang peduli dan sering membawakan makanan untuknya.
Selain itu, ia berbicara terbuka mengenai isu body shaming yang ia alami. "Itu benar-benar mengerikan," kata Winslet, menyoroti bagaimana perlakuan tersebut berdampak pada kesejahteraannya.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: