Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan urgensi penanganan cepat terhadap dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Perhatian lebih dibutuhkan untuk daerah ini, mengingat kerusakan yang diakibatkan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Kondisi bencana yang disebabkan oleh curah hujan tinggi serta deforestasi masif membuat aceh menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah. Tito menekankan ihtiar mobilisasi nasional untuk mempercepat pemulihan di kawasan terdampak.
Mobilisasi Cepat untuk Penanganan Bencana
Tito menjelaskan bahwa instruksi mobilisasi nasional telah diterbitkan sejak hari pertama bencana oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Tindakan ini melibatkan kolaborasi antara kementerian dan lembaga guna memenuhi semua kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Pemerintah pusat berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta badan terkait lainnya dalam menghadapi bencana. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah mempercepat proses pemulihan di daerah-daerah yang mengalami kerugian serius.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Ketersediaan Sumber Daya dan Logistik
Tito juga menekankan pentingnya ketersediaan cadangan beras nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam situasi bencana. Ia menyampaikan bahwa daerah terdampak akan dapat mengakses cadangan beras Bulog secara gratis, asalkan permintaan diajukan dengan resmi oleh kepala daerah.
Kenyataan tersebut ditegaskan oleh Tito, "Sepanjang untuk kepentingan bencana itu dapat dikeluarkan tanpa biaya. Ini bukan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dijual murah. Bukan, ini tanpa biaya, gratis berapa pun juga diminta asal bisa dipertanggungjawabkan."
Prioritas Pembersihan dan Pendataan
Mendagri menekankan pembersihan lumpur dari fasilitas umum dan perumahan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana. Tito mengharapkan agar kehadiran negara dapat terlihat nyata dalam mendukung masyarakat untuk pulih dari dampak bencana.
"Pembersihan ini nomor satu menurut saya, pembersihan ini dari lumpur-lumpur ini," tegasnya. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk segera mendata kerusakan rumah secara rinci guna mempermudah proses penyaluran bantuan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: