Polri mempercepat pemulihan fasilitas ibadah di Sumatera Utara menjelang perayaan Natal untuk memastikan umat dapat beribadah dengan aman. Langkah tersebut dilakukan di wilayah yang terdampak bencana demi memberikan rasa nyaman kepada jemaah.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara, Whisnu Hermawan Februanto, menekankan bahwa pembersihan dan perbaikan gereja menjadi prioritas utama. Selain itu, pengamanan tempat ibadah dan opsi relokasi ibadah dipastikan untuk menjaga kondisi aman selama perayaan Natal.
Pemulihan Fasilitas Ibadah
Pembersihan dan perbaikan gereja dilakukan secara intensif oleh Polri untuk memastikan tempat ibadah siap digunakan menjelang perayaan Natal. Proses pemulihan ini mencakup penghilangan puing-puing dan perbaikan infrastruktur yang rusak.
Whisnu Hermawan Februanto menjelaskan, "Sebagai wujud kepedulian, kami melakukan pemulihan melalui pembersihan dan perbaikan gereja. Pengamanan tempat ibadah serta relokasi ibadah ke lokasi dan posko ditentukan untuk Natal aman."
Apabila gereja tidak layak digunakan, Polri menyediakan alternatif lokasi di posko agar umat tetap dapat menjalankan ibadah. Hal ini dianggap penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para jemaah.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Perhatian khusus juga diberikan pada keamanan selama ibadah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Fokus pada pemulihan ini merupakan komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Perhatian Terhadap Kesehatan Masyarakat
Polri juga berupaya memastikan kondisi fisik masyarakat yang terdampak bencana tetap terjaga. Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes), layanan kesehatan gratis diberikan kepada 6.041 warga yang membutuhkan.
Program kesehatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan medis dan meringankan beban masyarakat pascabencana. Ketersediaan layanan kesehatan dinilai sangat vital agar masyarakat merasa diperhatikan.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, program trauma healing juga menjadi fokus. Biro SDM Polri menjalankan pendampingan untuk anak-anak dan lansia yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.
Kapolda Sumatra Utara menegaskan pentingnya pemulihan yang menyeluruh, "Kami berfokus pada pemulihan fisik dan psikologis para pengungsi." Langkah ini menunjukkan bahwa kebutuhan mental juga menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: