Dua pendaki yang diduga melakukan pendakian ilegal di Taman Nasional Gunung Merapi dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/12). Proses pencarian terus dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi bersama tim relawan hingga saat ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, menjelaskan bahwa hilangnya pendaki ini berawal ketika salah satu dari mereka mengalami sakit kaki, yang memaksa dua rekannya melanjutkan perjalanan mencari bantuan.
Awal Mula Hilangnya Pendaki
Menurut keterangan yang diberikan oleh Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, ketiga pendaki tersebut melaksanakan pendakian ilegal melalui jalur Kalitalang-Klaten. Mereka sempat mencapai Pasar Bubrah sebelum memutuskan untuk turun melalui jalur Sapuangin-Klaten.
Situasi menjadi kritis ketika salah satu pendaki mengalami sakit kaki. Ia meminta dua rekannya untuk melanjutkan perjalanan untuk mencari bantuan, meskipun keputusan tersebut menciptakan tantangan saat malam tiba dan vegetasi di sekitar jalur semakin sulit dilalui.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Pencarian dan Upaya Penyelesaian
Pada Minggu (21/12), dua pendaki melanjutkan perjalanan turun. Salah satu dari mereka terperosok saat berusaha mencari jalan keluar namun tetap berusaha untuk melanjutkan perjalanan dan meminta temannya untuk terus bergerak.
Pendaki yang terperosok berhasil menemukan warga setempat di Sapuangin dan menerima pertolongan. Namun hingga Senin (22/12), hanya satu pendaki yang berhasil turun dengan selamat.
Wahyudi menambahkan bahwa pencarian untuk dua pendaki yang masih hilang terus dilakukan. Tim pencarian menghadapi berbagai tantangan, termasuk kendala cuaca dan medan yang sulit.
Larangan Pendakian dan Imbauan
Peristiwa ini mengingatkan akan pentingnya mematuhi larangan pendakian yang telah diterapkan di Gunung Merapi sejak Mei 2018. Pihak Balai TNGM terus mengingatkan masyarakat akan risiko yang ada jika tidak mengikuti aturan yang berlaku.
Wahyudi juga menghimbau masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan dalam upaya evakuasi dan pencarian. Pentingnya mematuhi semua regulasi demi keselamatan pendaki menjadi hal yang sangat ditekankan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: