Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tidak ada aktivitas pertambangan di lereng barat daya Gunung Slamet, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) ESDM, Jeffri Huwae, menyampaikan bahwa berdasarkan peninjauan lapangan pada 13 Desember 2025, lahan tersebut kini mulai ditumbuhi vegetasi alami.
Klarifikasi Aktivitas Pertambangan
Peninjauan dilakukan oleh Ditjen Gakkum ESDM untuk mengkonfirmasi informasi mengenai dugaan aktivitas ilegal di kawasan tersebut. Jeffri Huwae mengungkapkan, 'Kami juga tidak menemukan tanda-tanda potensi longsor pada bekas bukaan lahan sepanjang 3 km tersebut.'
Berdasarkan informasi yang diperoleh, area yang sebelumnya terbuka kini menunjukkan pertumbuhan rumput dan tanaman lain yang menyerupai kondisi alami. Citra satelit Sentinel-2 pada 30 Mei 2025 menggambarkan pemulihan vegetasi yang signifikan di area tersebut.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Sejarah dan Penanganan Lahan
Bukaan lahan yang diamati merupakan hasil aktivitas PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) pada periode 2017-2018 saat perusahaan tersebut memiliki izin eksplorasi panas bumi. Pengamatan dari citra Google Maps menunjukkan lahan terbuka yang memicu kecemasan masyarakat terkait kemungkinan kegiatan ilegal.
Menyikapi informasi tersebut, Kementerian ESDM melakukan penelusuran melalui citra satelit dan data historis yang ada. 'Hasil penelusuran memastikan bahwa pembukaan lahan dilakukan untuk mendukung kegiatan eksplorasi panas bumi,' jelas Jeffri.
Proses Pemulihan dan Pengawasan Lingkungan
Kementerian ESDM juga menegaskan bahwa mereka terus melakukan pemantauan terhadap proses reklamasi dan penutupan sumur yang tidak aktif. Jeffri menambahkan, 'Pemantauan dan pengawasan berkelanjutan juga terus dilakukan terhadap aktivitas panas bumi di kawasan tersebut.'
Pemerintah mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Slamet untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas sehari-hari, sembari berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan dan menjaga keselamatan lingkungan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: