Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 23:45 WIB

Makanan yang Perlu Dihindari dalam Sarapan untuk Pengidap Hipertensi

Author

Makanan yang Perlu Dihindari dalam Sarapan untuk Pengidap Hipertensi

Hipertensi, yang dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi yang sering kali tidak terlihat gejalanya tetapi dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Pengelolaan pola makan, terutama saat sarapan, menjadi sangat krusial bagi individu yang menderita hipertensi.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Beberapa makanan tertentu harus dihindari karena dapat meningkatkan tekanan darah. Fokus pada makanan rendah sodium serta kaya akan buah dan sayuran menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Makanan Asin dan Dampaknya pada Tekanan Darah

Banyak orang tidak menyadari kandungan sodium yang tinggi dalam makanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Menurut sebuah laporan dalam jurnal Nutrients, mengurangi asupan natrium secara signifikan dapat menurunkan risiko hipertensi dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Ahli gizi, Amy Goodson, mengingatkan bahwa banyak sosis dan sandwich beku yang sering dijadikan pilihan sarapan mengandung sodium tinggi. "Jika Anda memilih salah satu makanan ini, penting untuk memadukannya dengan sesuatu yang rendah sodium, seperti buah atau biji-bijian utuh seperti oat," jelasnya.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Pentingnya Konsumsi Buah dan Sayuran

Salah satu kebiasaan buruk yang umum terjadi pada pengidap hipertensi adalah kurangnya konsumsi buah dan sayuran dalam pola makan. Menurut Cleveland Clinic, disarankan agar orang dewasa mengonsumsi 5-9 porsi buah dan sayur setiap hari.

"Buah dan sayuran secara alami bebas natrium dan banyak di antaranya mengandung kalium, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi pada beberapa orang," ungkap Goodson. Mengintegrasikan buah dan sayuran dalam diet harian sangat penting untuk mencapai target nutrisi.

Risiko Mengonsumsi Gula Berlebih

Konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, termasuk dampak pada tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan gula dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik.

"Gula dan makanan olahan sangat memicu peradangan dan meningkatkan kadar gula darah serta respons insulin yang juga dapat berdampak pada tekanan darah," kata ahli diet Dana Ellis Hunnes. Kondisi peradangan dalam tubuh dapat memperburuk hipertensi jika tidak dikelola dengan baik.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU