Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 14:40 WIB

Tanda-Tanda Kelebihan Gula dalam Tubuh yang Harus Diwaspadai

Author

Tanda-Tanda Kelebihan Gula dalam Tubuh yang Harus Diwaspadai

Konsumsi gula berlebihan kini menjadi isu kesehatan yang penting untuk diwaspadai masyarakat. Gejala yang muncul akibat asupan gula yang tinggi berpotensi menghampiri kualitas hidup seseorang.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Dari masalah fisik hingga dampak emosional, penting untuk mengenali tanda-tanda ini agar langkah pencegahan dapat diambil dengan tepat.

Gejala Fisik dari Kelebihan Gula

Menurut dr. Lela Ahleman, spesialis dermatologi dan pengobatan gizi, terdapat beberapa gejala fisik yang perlu diperhatikan terkait dengan kelebihan gula. Salah satunya adalah penambahan berat badan yang terjadi cukup cepat disertai rasa lapar yang berkelanjutan.

Dr. Ahleman menjelaskan, 'Ketika Anda selalu lapar, Anda akhirnya makan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.' Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi gula yang tinggi berdampak langsung pada nafsu makan.

Gejala fisik kedua adalah munculnya jerawat. Dr. Ahleman mencatat bahwa konsumsi gula mampu meningkatkan kadar hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1). Ia menambahkan, 'Bersama dengan insulin, IGF-1 merangsang kelenjar sebaceous dan keratinisasi berlebihan di area sebaceous, yang menyebabkan kelenjar tersebut tersumbat, sehingga menimbulkan jerawat dan peradangan.'

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dampak Emosional dan Sistem Kekebalan

Pola makan yang kaya gula dapat mengganggu keseimbangan emosional. Kenaikan kadar glukosa dalam darah disertai dengan pelepasan insulin yang signifikan dapat menyebabkan hipoglikmia.

Dr. Ahleman menjelaskan, 'Ini disebut hipoglikmia, yang kemudian menyebabkan keinginan makan yang kuat. Pada beberapa orang, hal ini juga menyebabkan perubahan suasana hati dan mudah marah.' Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat berkontribusi pada perubahan perilaku.

Lebih jauh lagi, pola konsumsi yang tinggi gula dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dr. Ahleman menegaskan, 'Biasanya, gula diserap oleh tubuh melalui usus kecil. Namun, jika jumlah gula sederhana yang dikonsumsi melebihi kapasitas usus kecil kita, maka gula tersebut akan berakhir di usus besar.'

Dampak pada Kualitas Kulit dan Penuaan

Kualitas kulit pun dapat terpengaruh oleh asupan gula yang tinggi. Dr. Ahleman menekankan pentingnya membatasi konsumsi tersebut, dengan menyatakan, 'Secara ilmiah, konsumsi gula yang tinggi menyebabkan pembentukan produk akhir glikasi lanjut atau Advanced Glycation End Products (AGEs), yang merusak serat kolagen.'

Ia melanjutkan, 'Ketika terlalu banyak AGEs, serat kolagen kita menjadi kaku, rapuh, dan mengalami degenerasi.' Hal ini berkontribusi pada proses penuaan dini dan mengurangi kemampuan kulit untuk meregenerasi dirinya.

Seiring waktu, dampak ini dapat mengakibatkan kulit yang tampak kusam dan tidak sehat, menekankan pentingnya menjaga pola makan yang seimbang.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU