Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 16:50 WIB

Krisis Kesehatan Akibat Stres Kerja: Kisah Pahlawan dari Seorang Putri di Derbyshire

Author

Krisis Kesehatan Akibat Stres Kerja: Kisah Pahlawan dari Seorang Putri di Derbyshire

Seorang wanita berusia 22 tahun di Derbyshire, Inggris, mengalami serangan jantung yang fatal akibat stres kerja yang tinggi. Insiden ini menekankan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental dan fisik, khususnya di kalangan generasi muda.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Courtney Stocks sempat dinyatakan meninggal selama tujuh menit sebelum berhasil diselamatkan oleh ayahnya melalui tindakan CPR. Peristiwa ini menunjukkan konsekuensi serius dari tekanan pekerjaan yang tidak dikelola dengan baik.

Kronologi Kejadian

Kejadian dramatis ini terjadi pada 16 November 2025, ketika Courtney pingsan di halaman belakang rumahnya. Ayahnya, Chris Watchorn, menjadi penyelamat dalam situasi genting tersebut.

Chris mengungkapkan, "Saya melihat kondisi darurat dan segera melakukan CPR hingga bantuan medis tiba." Tindakan cepatnya berhasil menyelamatkan hidup putrinya sesaat setelah ia pingsan.

Kedatangan orang tua di lokasi kejadian menjadi faktor kunci, karena Chris dengan sigap memberikan pertolongan pertama yang diperlukan.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Gejala dan Penyebab

Sebelum serangan jantung, Courtney mengalami beberapa gejala seperti jantung berdebar, pusing, dan mual. Ia menyadari, sayangnya, bahwa ia menganggap semua ini hanya sebagai dampak dari stres kerja yang berlebihan.

"Saya orang yang mudah stres. Situasi kerja seringkali membuat saya kewalahan," kata Courtney, menyoroti bahaya dari tekanan pekerjaan yang mengganggu kesehatan fisik.

Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya dengan mitral annular disjunction (MAD), sebuah kelainan bawaan yang dapat memicu henti jantung mendadak.

Pencegahan dan Kesadaran Kesehatan

Untuk mencegah kejadian serupa, dokter telah memasang alat defibrilator implan pada Courtney. Ia menjelaskan, "Karena saya terlahir dengan kondisi ini, walaupun terdapat tanda-tanda, stres memang mempercepat terjadinya serangan jantung."

Courtney kini lebih menyadari bahwa gejala yang dialaminya merupakan sinyal awal dari masalah jantung yang lebih serius. Ia berkomitmen untuk menjaga kesehatan mental dan fisiknya dengan lebih baik.

"Saya sering merasa pusing dan mual, terutama saat mandi. Namun, saya tidak merasa hal tersebut perlu diwaspadai," tutup Courtney, mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran kesehatan bagi semua orang.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU