Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 15:05 WIB

Perdana Menteri Jepang Takaichi Serukan Pentingnya Dialog dengan Tiongkok di Tengah Ketegangan

Author

Perdana Menteri Jepang Takaichi Serukan Pentingnya Dialog dengan Tiongkok di Tengah Ketegangan

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan Tiongkok meskipun ketegangan yang meningkat terkait Taiwan.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Dia menegaskan pentingnya hubungan konstruktif dan stabil antara kedua negara, bahkan saat gesekan bilateral semakin dalam.

Ketegangan Tiongkok-Jepang dan Pentingnya Dialog

Pernyataan Takaichi menyoroti situasi yang berkembang antara kedua negara sejak 7 November 2025, ketika dia menilai serangan Tiongkok ke Taiwan sebagai 'situasi yang mengancam kelangsungan hidup.'

Hal tersebut berpotensi memberikan Jepang hak untuk membela diri secara kolektif dalam konteks pertahanan regional.

Menghadapi kritik keras dari Beijing, Takaichi tetap berkomitmen untuk menjaga jalur diplomasi dan komunikasi terbuka, menyatakan bahwa 'Jepang selalu membuka pintu untuk dialog.'

Pentingnya dialog ini diperkuat oleh kebutuhan kedua negara untuk menyelesaikan masalah bilateralnya secara konstruktif.

Tindak Balasan Tiongkok dan Implikasi Keamanan

Beijing merespons pernyataan Takaichi dengan keras, termasuk mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang dan menangguhkan impor makanan laut dari negara tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Situasi ini menambah ketegangan yang sudah ada, di mana Jepang baru-baru ini menyatakan bahwa pesawat tempur Tiongkok melakukan manuver yang tidak biasa di dekat wilayahnya.

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, melalui panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, membicarakan mengenai radar yang mengunci pesawat SDF oleh jet tempur Tiongkok.

Dalam konferensi pers, Tiongkok menjelaskan bahwa tindakan tersebut adalah 'praktik umum' bagi pesawat berbasis kapal induk yang tengah berlatih.

Pernyataan dan Harapan Tiongkok

Tiongkok, melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya Guo Jiakun, meminta Jepang untuk merenungkan tindakannya dan tidak hanya mencari dukungan internasional.

Guo menyatakan, 'Yang harus dilakukan pihak Jepang adalah mendengarkan seruan ini dan melakukan introspeksi diri,' menyarankan agar Jepang menghormati komitmennya dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan bilateral antara Jepang dan Tiongkok, di mana diplomasi dan dialog tetap bisa menjadi solusi meskipun ada ketegangan yang berkembang.

Ke depan, bagaimana kedua negara ini menangani interaksi diplomatiknya akan menjadi krusial dalam menjaga stabilitas regional.

Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU