Pemerintah memproyeksi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan estimasi 119,5 juta orang berencana melakukan perjalanan. Angka tersebut menunjukkan bahwa 42,01 persen dari total penduduk Indonesia akan beraktivitas di luar rumah selama periode tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa prediksi ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang diharapkan akan berimbas pada arus lalu lintas terutama di Pulau Bali.
Proyeksi dan Kesiapan Transportasi
Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pergerakan penumpang terbesar diprediksi berasal dari provinsi padat penduduk di Pulau Jawa, dengan Jawa Tengah sebagai tujuan utama. Diperkirakan, 20,23 juta orang akan melakukan perjalanan ke provinsi tersebut, diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat.
Pemerintah juga mencermati wilayah-wilayah yang merayakan Natal, seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat, meskipun tidak termasuk dalam 10 besar survei. Dalam rangka menjaga kelancaran perjalanan, berbagai sarana dan prasarana transportasi telah disiapkan.
Sebanyak 31.433 bis, 711 kapal, 2.670 kereta api, 368 pesawat, serta 253 kapal penyeberangan ditargetkan untuk mendukung kelancaran transportasi selama libur Nataru, memastikan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terpenuhi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Peningkatan Arus Kendaraan di Bali
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa pergerakan arus kendaraan di Pulau Bali diperkirakan akan meningkat sebesar 10 persen menjelang akhir tahun 2025. Peningkatan ini mencakup baik kendaraan barang maupun penumpang.
Agus menjelaskan bahwa lonjakan arus kendaraan berdampak pada Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sejumlah pelabuhan di sekitarnya. Untuk mengatur arus ini, rapat koordinasi telah dilaksanakan bersama Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP).
Diprediksi, puncak arus kendaraan terjadi pada 24 Desember 2025, baik melalui pelabuhan maupun bandara. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan serta keselamatan para pengguna transportasi di periode yang ramai ini.
Antisipasi Terhadap Cuaca Ekstrem
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu transportasi, pihak kepolisian telah memetakan empat klaster utama yang mencakup pengelolaan jalan tol dan jalan arteri. Rencana kedaruratan juga disusun untuk menghadapi kemungkinan bencana alam seperti banjir atau longsor.
Pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia, termasuk Gilimanuk-Ketapang dan Merak, akan dijamin keamanannya selama masa libur Nataru. Jika cuaca tidak memungkinkan untuk penyeberangan, pihak berwenang memiliki skenario untuk menangani penumpukan penumpang dan kendaraan.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif dari kondisi cuaca yang tidak terduga. Pengaturan yang matang dan responsif menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pergerakan masyarakat selama liburan mendatang.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: