Atlet e-sports Thailand, Naphat Warasin yang dikenal dengan nama Tokyogurl, mengalami diskualifikasi dari SEA Games 2025 akibat pelanggaran serius terkait penggunaan perangkat keras.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Keputusan tersebut menimbulkan dampak signifikan, mengharuskan Thailand mundur dari kejuaraan pada saat pertandingan semifinal berlangsung.
Pelanggaran yang Mengakibatkan Diskualifikasi
Tokyogurl didiskualifikasi pada tanggal 16 Desember 2025 setelah terbukti melanggar regulasi 9.4.3 yang mengatur penggunaan perangkat keras dalam pertandingan.
Ia menggunakan perangkat keras modifikasi ilegal oleh pihak ketiga saat berhadapan dengan Vietnam sehari sebelumnya, mengakibatkan Thailand kalah dengan skor 0-3.
Berdasarkan investigasi dari departemen teknis SEA Games, ditemukan bukti kuat terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Tokyogurl, sehingga diskualifikasi menjadi keputusan yang tidak terhindarkan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Reaksi Federasi E-Sport Thailand
Setelah keputusan diskualifikasi, Federasi E-Sport Thailand mengambil langkah drastis dengan menarik tim wanita dari SEA Games 33, yang kebetulan diadakan di Thailand.
Presiden Asosiasi E-Sports Thailand menyatakan, "Kami menghormati setiap aturan, menghormati persahabatan dan semangat olahraga. Apa yang terjadi adalah masalah serius dan di luar kendali."
Keputusan penarikan ini diambil meskipun Thailand tengah unggul dalam pertandingan semifinal saat itu, dan secara otomatis dinyatakan kalah melawan Laos.
Kontroversi dan Dampak Lanjutan
Selama proses seleksi, muncul laporan bahwa Tokyogurl terlibat dalam manipulasi data, menggunakan orang lain sebagai pengganti saat bertanding.
Tokyogurl juga menghadapi kecaman setelah melakukan gesture tidak pantas dengan mengacungkan jari tengah ke kamera, yang memicu kemarahan di kalangan penggemar dan masyarakat umum.
Setelah mundurnya Thailand, Laos melaju ke final tetapi akhirnya kalah dari Vietnam, meraih medali perak dalam ajang Arena of Valor putri.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: