Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Penembakan Massal di Pantai Bondi: Tragedi Menyentuh Komunitas Yahudi

Author

Penembakan Massal di Pantai Bondi: Tragedi Menyentuh Komunitas Yahudi

Pada 14 Desember 2025, Pantai Bondi di Sydney, Australia, dilanda tragedi penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya dalam perayaan Hanukkah.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Dua pelaku, yang diidentifikasi sebagai ayah dan anak, melakukan penembakan terhadap kerumunan yang terdiri dari sekitar 1.000 orang, dengan pihak kepolisian mengklasifikasikan insiden ini sebagai tindakan terorisme.

Kronologi Kejadian

Insiden dimulai pada pukul 18.47 waktu setempat ketika layanan darurat menerima laporan mengenai tembakan di Pantai Bondi. Pelaku melepaskan tembakan secara membabi buta dari jembatan kecil ke arah kerumunan yang sedang merayakan Hanukkah.

Korban tewas beragam, mulai dari usia 10 hingga 87 tahun, dengan korban termuda yaitu seorang gadis berusia 10 tahun yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit anak-anak.

Sekitar 42 orang mengalami luka-luka, dengan lima di antaranya dalam kondisi kritis. Dua petugas polisi juga mengalami cedera akibat baku tembak dengan para pelaku.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Identitas Pelaku dan Motif

Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Sajid Akram berusia 50 tahun dan putranya, Naveed Akram yang berusia 24 tahun. Sajid memiliki izin untuk enam senjata api yang digunakan dalam tindakan penembakan tersebut.

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan insiden terorisme, sementara pihak kepolisian masih belum mengungkapkan motif dari aksi keji ini meskipun terindikasi mengandung unsur anti-Semit.

Dalam proses penyelidikan, kepolisian menemukan dua bendera ISIS di kendaraan para pelaku, namun pihaknya belum dapat mengkonfirmasi laporan ini.

Reaksi dan Tindakan Pahlawan

Atas tindakan berani seorang pria Muslim bernama Ahmed al Ahmed, banyak yang menyebutnya sebagai pahlawan. Dalam video yang viral, Ahmed berhasil merebut senjata dari pelaku penembakan, sehingga dapat mengurangi jumlah korban.

Meskipun mengalami luka tembak, Ahmed dilarikan ke rumah sakit dan diakui sebagai pahlawan baik oleh masyarakat maupun pemimpin negara, termasuk Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Serangan ini memicu reaksi internasional yang signifikan; Presiden AS, Donald Trump menyebut insiden ini sebagai serangan yang sangat anti-Semit, sedangkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam pemerintah Australia atas permasalahan anti-Semitisme yang tidak tertangani dengan baik.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU