Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:20 WIB

Hibah Lahan untuk Perlindungan Gajah di Aceh

Author

Hibah Lahan untuk Perlindungan Gajah di Aceh

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan hibah lahan seluas 20.000 hektare di Aceh yang dikelola melalui PT Tusam Hutani Lestari untuk tujuan perlindungan gajah. Hibah ini adalah respons terhadap permintaan dari World Wide Fund for Nature (WWF).

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa pengajuan tersebut disampaikan saat Prabowo bertemu dengan Raja Charles III di Inggris pada akhir tahun 2024, di mana permintaan awal dari WWF adalah untuk lahan seluas 10.000 hektare, namun Prabowo memutuskan untuk memberikan dua kali lipat dari jumlah tersebut.

Proses Penyerahan Lahan dan Kerja Sama dengan WWF

Kementerian Kehutanan mengonfirmasi bahwa Prabowo telah menyerahkan seluruh konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik PT Tusam Hutani Lestari untuk dijadikan koridor gajah. Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam konservasi ini.

Dalam pernyataan resmi, Raja Juli menyebut, "Seluruh konsesi PBPH-nya diserahkan untuk membuat koridor gajah yang sekarang sudah berdiri bersama dengan WWF, kami kerja erat." Ia juga mencatat pentingnya menjaga habitat gajah untuk keseimbangan ekosistem.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, turut menambahkan bahwa rencana untuk memberikan lahan ini pertama kali dibahas pada Desember 2024. Saat itu, Hasan menyampaikan, "Pak Prabowo bilang tidak 10.000 hektare. Pak Prabowo kemudian menyumbangkan lahan beliau sebesar 20.000 hektare untuk konservasi gajah yang nanti akan dikelola oleh WWF."

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Kunjungan dan Pengawasan Lahan oleh Menteri Kehutanan

Menteri Kehutanan, Raja Juli, melakukan tinjauan langsung ke lokasi lahan yang akan dihibahkan untuk memastikan bahwa proses pengembangan koridor ekologis untuk satwa yang dilindungi berjalan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh pejabat terkait dari Gubernur Aceh dan direktur jenderal konservasi.

Raja Juli mengungkapkan, "Tadi sudah ada roadmap menjelang April yang akan diselesaikan. Menjelang April nanti WWF dan Dirjen konservasi, KSDAE akan terus berkoordinasi untuk memastikan niat baik pak presiden kita ini akan terimplementasikan dengan baik." Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia juga menyoroti harapannya agar kerjasama ini menjadi contoh bagi masyarakat dalam mencintai dan menjaga lingkungan. Didampingi oleh Pj Gubernur Aceh, Raja yakin bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.

Dampak Lingkungan dan Sosial dari Hibah Lahan

Hibah lahan seluas 20.000 hektare ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang signifikan bagi populasi gajah di Aceh. Pembentukan koridor gajah diharapkan pula dapat menurunkan konflik antara gajah liar dan masyarakat lokal.

Langkah ini juga diharapkan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target konservasi yang lebih luas, serta menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di Indonesia. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, upaya ini sejalan dengan visi untuk menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Senada dengan itu, pengelolaan yang baik terhadap hutan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, melalui potensi ekowisata dan penyediaan sumber daya alam yang lebih terencana dan bertanggung jawab.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU