Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi bahwa situasi di wilayah yang terkena bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah terkendali, tanpa perlu menetapkan status bencana nasional.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Pada sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Prabowo menyatakan bahwa langkah-langkah penanganan telah diambil dan pihaknya sudah mengerahkan sumber daya di tingkat provinsi untuk menangani kondisi tersebut.
Penanganan Bencana dan Rencana Pembangunan Kembali
Dalam keterangannya, Prabowo mengungkapkan komitmen untuk terus memantau perkembangan di daerah yang terkena bencana. Ia menyatakan akan membentuk satuan tugas untuk percanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang memastikan pembangunan hunian sementara dan tetap diimplementasikan.
"Kita bentuk apakah kita namakan badan atau satgas rehabilitasi atau rekonstruksi kita bangun hunian sementara dan hunian tetap," jelas Prabowo, menitikberatkan pada pentingnya peran pemerintah dalam menanggapi situasi darurat.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan Menteri Perumahan Maruarar Sirait, sebanyak 2.000 unit hunian akan dibangun baik di lahan yang sudah ada maupun di lokasi baru, sebagai respons terhadap kerugian infrastruktur yang dialami.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya keras untuk memberikan solusi kepada warga yang terdampak bencana, dengan fokus pada pemulihan tempat tinggal terlebih dahulu.
Komitmen Anggaran dan Kerja Sama dengan Jajarannya
Prabowo memastikan bahwa anggaran untuk pembangunan hunian ini sudah disediakan oleh Kementerian Keuangan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar instansi dalam pelaksanaan rencana tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
"Minggu ini kita akan bangun 2.000 rumah kemungkinan ini jadi saja rumah tetap ya jadi semua unsur kerja sama jangan cari alasan cari lahan, pakai lahan milik negara," ungkapnya, menekankan pada perlunya efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya.
Pengumuman ini mengindikasikan bahwa pemerintah akan menghadapi tantangan penanganan bencana dengan serius, memastikan bahwa kebutuhan mendasar masyarakat terpenuhi meskipun dalam situasi darurat.
Hal ini juga mencerminkan ketersediaan dana dari anggaran APBN yang diharapkan tidak hanya membantu pemulihan tetapi juga mendorong perkembangan daerah ke depan.
Monitoring dan Evaluasi
Prabowo menegaskan bahwa monitoring terhadap perkembangan situasi di daerah bencana akan dilakukan secara intensif. Implementasi dari rencana pembangunan hunian sementara dan tetap diharapkan dapat dijalankan dengan cepat dan efisien.
"Anggaran APBN sudah kita siapkan dan saya katakan bahwa anggaran ini kita siapkan karena uangnya ada," pungkas Prabowo, menuntut agar semua pihak terkait dapat berkontribusi secara baik dalam proyek ini.
Dengan penekanan pada tanggung jawab yang jelas, pemerintah berkomitmen untuk memastikan penanganan bencana berlangsung dengan baik dan terarah.
Selanjutnya, keberhasilan dari tahap rehabilitasi ini diharapkan bisa menjadi model untuk penanganan bencana yang lebih baik di masa mendatang.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: