Senin, 15 DESEMBER 2025 • 14:00 WIB

Identifikasi Pelaku Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney

Author

Identifikasi Pelaku Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney

Dua pelaku penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, diidentifikasi sebagai Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram, yang merupakan warga negara Pakistan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Serangan yang menyebabkan 15 orang tewas ini terjadi pada malam perayaan Hanukkah dan diklasifikasikan sebagai serangan teroris.

Kronologi Serangan di Pantai Bondi

Serangan penembakan terjadi pada Minggu malam saat lebih dari 1.000 orang menghadiri perayaan Hanukkah di Pantai Bondi.

Saksi mata melaporkan bahwa insiden tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 menit dan memicu kepanikan di kawasan yang dipenuhi pengunjung.

Polisi New South Wales menyatakan bahwa Sajid Akram ditembak mati dalam upaya penangkapan, sedangkan putranya, Naveed Akram, mengalami luka parah dan saat ini sedang dalam perawatan medis.

Insiden ini dicatat sebagai salah satu penembakan paling mematikan dalam sejarah Australia dalam hampir tiga dekade, meskipun negara tersebut dikenal memiliki undang-undang pengendalian senjata yang ketat.

Identitas dan Latar Belakang Pelaku

Sajid dan Naveed Akram dilaporkan sebagai warga negara Pakistan yang telah menetap di Australia.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Pejabat intelijen Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris yang beroperasi di berbagai belahan dunia.

Media sosial menjadi sarana penyebaran informasi mengenai foto lisensi mengemudi Sajid Akram, menambah perhatian publik terhadap insiden ini.

Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, menekankan pentingnya penyelidikan lanjut untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tragis ini.

Reaksi dan Tanggapan Pihak Berwenang

Pemerintah Australia serta pemimpin masyarakat mengecam keras serangan tersebut dan mengutuk tindakan kekerasan yang merugikan banyak orang.

Sebuah pernyataan resmi dari pemerintah menyebutkan: "Kami berdiri bersama komunitas Yahudi dan seluruh warga Australia dalam menghadapi tragedi ini."

Layanan keamanan Australia segera meninjau dan memperbaharui protokol keamanan untuk acara-acara publik, terutama yang melibatkan komunitas berisiko tinggi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU