Korea Utara baru-baru ini mengadakan upacara penyambutan untuk prajurit yang telah kembali dari Rusia setelah menjalankan misi pembersihan ranjau di wilayah Kursk.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Dalam acara tersebut, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memberikan penghormatan kepada prajurit yang kehilangan nyawa selama penugasan tersebut.
Rincian Misi Pembersihan Ranjau
Pada bulan Agustus, Korea Utara mengirim sekitar 1.000 pasukan teknik untuk mendukung Rusia dalam misi membersihkan ranjau yang dipasang selama konflik di Ukraina.
Misi ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi di wilayah yang terkena dampak pertempuran, menunjukkan solidaritas Korea Utara terhadap Rusia.
Menurut badan intelijen Korea Selatan, sekitar 15.000 tentara tempur juga dikirim untuk mendukung aksi militer Rusia, dengan laporan yang menyatakan bahwa selama misi tersebut, Korea Utara kehilangan sekitar 2.000 prajurit.
Misi pembersihan ranjau ini berlangsung di tengah situasi perang yang sangat berisiko, di mana setiap langkah prajurit di lapangan memiliki potensi bahaya yang tinggi.
Penghormatan dari Pemimpin
Dalam pidato di upacara penyambutan, Kim Jong-un menyatakan rasa syukurnya atas kembalinya sebagian besar pasukan dengan selamat, namun juga mengekspresikan kesedihannya atas kehilangan sembilan prajurit selama penugasan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Ia menekankan bahwa misi tersebut dihadapi dalam 'lingkungan tempur yang keras', dan menggambarkan perjuangan prajurit sebagai contoh 'kepahlawanan dan profesionalisme'.
Kim Jong-un juga mencatat bahwa para insinyur militer mampu mengubah area berisiko menjadi zona aman dalam waktu kurang dari tiga bulan, yang menunjukkan kedisiplinan dan kesatuan kelompok.
Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan rasa hormat dan dukungan kepada angkatan bersenjata Korea Utara.
Komitmen Ideologis dan Rasa Kebersamaan
Pemimpin Korea Utara tersebut juga menekankan pentingnya komitmen ideologis di antara para prajurit dalam menjalankan misi mereka.
Ia mengingatkan bahwa rasa kebersamaan dan prioritas keselamatan rekan setim di atas kepentingan pribadi adalah faktor utama dalam keberlangsungan misi.
Meskipun mengalami banyak risiko, para prajurit menunjukkan keberanian dan tanggung jawab tinggi dalam menghadapi situasi berbahaya.
Dengan pengembalian pasukan ini, Kim Jong-un berharap kontribusi mereka dapat memperkuat posisi Korea Utara di kancah internasional, khususnya dalam hubungan dengan Rusia.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: