Media sosial TikTok baru-baru ini ramai membahas fenomena langka seorang wanita yang mengeluarkan air susu ibu (ASI) dari ketiaknya. Kondisi ini dikenal sebagai 'mammae aberans' dan mendapatkan penjelasan dari dokter spesialis bahwa kondisi ini bukanlah hal yang normal.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dalam wawancara dengan dr. Niken Pudji Pangastuti, SpOG, KFER dari Brawijaya Hospital Antasari, terungkap bahwa kelenjar payudara dapat berlokasi di area ketiak. Hal ini mengakibatkan kemungkinan keluarnya ASI dari ketiak saat payudara terisi.
Apa itu Mammae Aberans?
Mammae aberans adalah kondisi medis yang terjadi ketika sebagian jaringan kelenjar payudara tidak berpindah sepenuhnya ke lokasi yang seharusnya di payudara. Akibatnya, sisa jaringan tersebut dapat berada di area ketiak dan berpotensi menyebabkan keluarnya ASI dari ketiak.
Dr. Niken menjelaskan bahwa 'jadi asal muasalnya kelenjar payudara itu awalnya dari daerah ketiak. Terus dia turun, masuk ke area payudara.' Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan kelainan dalam perkembangan jaringan payudara.
Wanita yang mengalami kondisi ini juga dapat merasakan pembengkakan yang menyakitkan di daerah ketiak. Hal ini tidak hanya memengaruhi rasa nyaman mereka saat bergerak, tetapi juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Gejala dan Dampak Kesehatan
Meskipun mammae aberans tidak tergolong berbahaya, penderita kerap mengalami nyeri yang cukup signifikan. Dr. Niken menambahkan, 'berbahaya sih nggak, tapi nyeri iya, bikin demam,' yang menunjukkan bahwa kondisi ini dapat memengaruhi rasa nyaman dan kualitas hidup pasien.
Penting untuk dicatat bahwa seorang wanita yang mengalami mammae aberans mungkin juga akan kesulitan untuk menutup lengan akibat pembengkakan. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan aspek kehidupan lainnya.
Walaupun kebanyakan kasus tidak mengancam jiwa, kondisi ini bisa menyebabkan stres psikologis, terutama jika stigma sosial menyangkut fenomena tersebut.
Perawatan dan Pengobatan
Untuk mengatasi kondisi mammae aberans, dr. Niken merekomendasikan langkah-langkah perawatan seperti kompres dan pembebatan area yang bengkak. Ia menjelaskan bahwa 'biasanya mammae aberans kan masalah genetik ya. Ada kegagalan sebagian dari kelenjar payudara yang nggak turun ke tempat seharusnya.'
Perawatan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan secara keseluruhan. Meskipun banyak wanita mengalami kondisi ini, hal ini tetap tidak bisa dianggap normal.
Penerapan metode pengobatan yang tepat diharapkan dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan mencegah munculnya komplikasi akibat pembengkakan yang mungkin terjadi.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: