Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 20:50 WIB

Fenomena Jeda Karier di Kalangan Perempuan Indonesia dan Tantangannya

Author

Fenomena Jeda Karier di Kalangan Perempuan Indonesia dan Tantangannya

Fenomena jeda karier atau 'career break' kini semakin umum di kalangan perempuan Indonesia, dengan banyak yang mengambil keputusan ini untuk alasan pribadi, seperti merawat anak atau keluarga.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Survei terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen perempuan memilih untuk mengambil jeda karier, berharap dapat kembali bekerja dalam format yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Alasan Perempuan Mengambil Jeda Karier

Pengambilan jeda karier sering kali dipicu oleh tuntutan pengasuhan, di mana perempuan lebih terbebani terhadap tanggung jawab keluarga. Wita Krisanti, Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), menjelaskan, 'Keputusan ini seringkali dipengaruhi oleh tanggung jawab keluarga yang berat.'

Berdasarkan survei IBCWE, banyak perempuan yang memilih berhenti kerja untuk mengurus orang tua, merawat anak, atau ingin meningkatkan kualitas diri. Situasi ini mencerminkan adanya keterikatan perempuan pada peran traditionaL dalam keluarga.

Sebuah studi menemukan bahwa meskipun 98 persen perempuan yang mengambil jeda karier ingin kembali bekerja, mereka seringkali menghadapi tantangan serius saat berusaha reintegrasi ke pasar kerja.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Tantangan yang Dihadapi Perempuan Selama Jeda Karier

Salah satu tantangan terbesar adalah hilangnya identitas profesional. Banyak perempuan yang merasa kehilangan jati diri ketika meninggalkan dunia kerja, mengganggu kemampuan mereka untuk beradaptasi kembali.

Hampir sepertiga dari mereka yang mengambil jeda karier mengalami kekhawatiran akan tertinggal dalam perkembangan industri. Perubahan teknologi dan skill set yang ketinggalan zaman menjadi momok yang menakutkan.

Di samping itu, bias perusahaan terhadap 'gap' dalam CV juga menjadi batu sandungan, di mana mereka diharuskan menjelaskan secara berlebihan alasan jeda tersebut saat tahap perekrutan.

Strategi Kembali Setelah Jeda Karier

Mengambil langkah aktif untuk memperbarui skill sangat dianjurkan. Mengikuti pelatihan, kursus, atau webinar dapat membantu perempuan meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri saat ini.

Penting bagi perempuan untuk menyusun CV dengan menekankan keahlian dan pengalaman yang diperoleh selama jeda, bukan fokus pada periode tanpa pekerjaan. Hal ini dapat memberikan keunggulan saat melamar posisi baru.

Membangun kembali jaringan profesional juga menjadi langkah krusial. Menghadiri seminar atau bergabung dalam komunitas dapat membuka peluang yang sebelumnya terabaikan selama jeda.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU