Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 10:41 WIB

BRIN Tawarkan Alat Pemindai Canggih untuk Tingkatkan Keamanan Ekspor-Impor

Author

BRIN Tawarkan Alat Pemindai Canggih untuk Tingkatkan Keamanan Ekspor-Impor

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menawarkan alat pemindai canggih seharga Rp700 juta hingga Rp900 juta kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Tawaran ini disampaikan dalam acara peresmian alat pemindai peti kemas yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa lembaganya siap memproduksi alat pemindai tersebut sesuai permintaan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dalam pemeriksaan barang ekspor-impor di Indonesia.

Tawaran Alat Pemindai Canggih

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, menjelaskan bahwa alat pemindai ini bersifat user-friendly dan efisien. Alat yang dikenal sebagai Radiation Portal Monitor (RPM) telah terbukti berhasil mendeteksi bahan berbahaya seperti Cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Dalam konteks pengadaan alat, Arif menyebutkan bahwa produksi alat pemindai buatan BRIN dapat mencapai harga Rp700 juta, yang jauh lebih rendah dibandingkan harga alat impor yang mencapai Rp1,6 miliar. "Kalau impor itu kan Rp1,6 (miliar) ya. Kalau produksi BRIN sendiri sekitar Rp700-an (juta), separuhnya," ujar Arif.

Lebih lanjut, Arif menyebutkan bahwa saat ini BRIN baru bisa memproduksi alat tersebut satu per satu sesuai pesanan, meskipun pengembangan alat pemindai ini telah dimulai sejak tahun 2017.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Kebutuhan Diskon dari Kementerian Keuangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik tawaran BRIN dan berharap untuk mendapatkan diskon. Ia menginginkan agar harga alat pemindai dari BRIN bisa lebih kompetitif, yaitu 25% dari harga internasional.

"Dengan harga yang murah dari BRIN saya pikir kita bisa lengkapi semua, seluruh pelabuhan di Indonesia," ungkap Purbaya. Ia juga bertanya kepada Arif mengenai kemungkinan diskon lebih besar, yaitu hingga 50% dari harga internasional.

Purbaya menekankan bahwa alat pemindai baru ini penting untuk meningkatkan efisiensi pemeriksaan barang ekspor-impor, yang bisa dilakukan dengan cepat dan akurat tanpa harus membuka peti kemas.

Manfaat Alat Pemindai Baru

Penggunaan alat pemindai canggih ini diharapkan akan membawa banyak manfaat bagi keamanan di pelabuhan Indonesia. Alat ini mampu mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif, yang penting untuk menjaga keamanan nasional dan menghindari potensi ancaman.

Keberadaan X-Ray atau alat pemindai di seluruh pelabuhan dapat mempercepat proses pemeriksaan barang, mendukung kelancaran perdagangan internasional, serta mengurangi risiko keamanan yang lebih rendah.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan upaya penguatan keamanan di pelabuhan-pelabuhan Indonesia dapat menjadi lebih optimal, memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU