Banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan spesies orangutan Tapanuli yang terancam punah.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Pada 3 Desember 2025, tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) menemukan bangkai orangutan di Desa Pulo Pakkat, menandakan kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat bencana ini.
Temuan Bangkai Orangutan
Tim SAR telah menemukan bangkai orangutan di Desa Pulo Pakkat saat mencari korban banjir. Salah satu relawan, Decky Chandrawan, menyatakan bahwa bangkai tersebut menunjukkan kondisi mengenaskan dan dipastikan adalah orangutan betina.
Decky menjelaskan bahwa orangutan tersebut kemungkinan terbawa arus banjir dari hulu sungai Garoga, habitat alami mereka. Kerusakan habitat yang terjadi menunjukkan dampak serius dari aktivitas manusia terhadap lingkungan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Kerusakan Ekosistem dan Ancaman bagi Orangutan Tapanuli
Direktur Green Justice Indonesia, Panut Hadisiswoyo, menegaskan bahwa bencana ini merupakan akibat dari kerusakan lingkungan yang parah di wilayah Tapanuli. Deforestasi dan konversi lahan menjadi perkebunan menyebabkan fragmentasi habitat orangutan Tapanuli.
Panut menjelaskan bahwa sejak 2017, orangutan Tapanuli telah menyandang status terancam punah. Ancaman utama bagi keberlangsungan hidup mereka adalah hilangnya tutupan hutan akibat ekspansi lahan pertanian serta industri ekstraktif.
Upaya Perlindungan dan Tanggapan Pemerintah
Susilo, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Padangsidimpuan, mengonfirmasi bahwa bangkai orangutan telah dievakuasi dan dimakamkan. Ia menambahkan bahwa pemantauan pascabencana untuk satwa liar yang tersisa telah diperintahkan.
Susilo menegaskan pentingnya menjaga kawasan hutan dan perlunya pengawasan terhadap praktik ekstraktif yang merusak ekosistem. Penataan ulang kawasan lindung dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: