Peristiwa tragis terjadi di Kota Medan pada Rabu, 10 Desember 2025, di mana seorang anak berinisial AL (13) diduga membunuh ibu kandungnya, F (42). Kejadian ini mengejutkan warga sekitar Jalan Dwikora setelah suara keributan terdengar dari dalam rumah korban.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sekitar pukul 05.00 WIB, banyak warga berdatangan ke lokasi setelah mendengar suara yang mencurigakan. Tono, Kepala Lingkungan V, menjadi salah satu saksi yang bergegas menyerukan bantuan ke polisi dan menangani situasi yang menghebohkan itu.
Awal Kejadian
Warga di Jalan Dwikora dikejutkan dengan teriakan dari dalam rumah F, yang segera menarik perhatian mereka. Tono, sebagai Ketua Lingkungan, menjelaskan bahwa mereka melaporkan situasi tersebut setelah mendengar keributan.
Saat menempuh perjalanan ke rumah korban, Tono menjumpai ambulans dari Rumah Sakit Columbia Asia sudah berada di lokasi. "Rupanya suaminya yang panggil ambulans. Terus dicek medis ternyata istrinya sudah meninggal," ujarnya dalam wawancara.
Setelah mendapatkan informasi dari medis, suami korban meminta Tono untuk menghubungi pihak kepolisian secepatnya.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Proses Penanganan Kasus
Ketika kepolisian tiba di lokasi, mereka segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memberikan garis polisi di sekitar rumah korban. Tono melaporkan kondisi mengejutkan yang terjadi di dalam rumah, di mana terdapat bercak darah yang melimpah di lantai.
"Di lantai kamar saya lihat sudah bersimbah darah. Kalau luka saya hanya lihat di lengan," ungkap Tono menggambarkan keadaan saat itu.
Jenazah F pun dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematiannya, sebagai bagian dari prosedur standar dalam penyelidikan.
Penyelidikan Polisi
AL, anak pelaku, telah diamankan oleh pihak kepolisian di Satreskrim Polrestabes Medan. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut mengenai motif pelaku.
"Pelaku masih kami periksa karena anak kecil, masih trauma, perlu pendampingan dulu ini. Motif dan lainnya masih didalami," ujarnya saat memberikan keterangan kepada media.
Tono juga menyatakan keterkejutannya terhadap kejadian ini, mengingat hubungan F dengan anak-anaknya selama ini terlihat harmonis.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: