Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di kalangan anak-anak dapat berpengaruh negatif terhadap tingkat konsentrasi mereka.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Penelitian ini juga mengaitkan penggunaan media sosial dengan gejala defisit perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) pada anak-anak.
Temuan Penelitian Mengenai Konsentrasi Anak
Laporan yang telah direview oleh rekan sejawat meneliti perkembangan lebih dari 8.300 anak berusia 10 hingga 14 tahun di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki keterkaitan dengan gejala ketidakmampuan berkonsentrasi.
Anak-anak dalam studi ini dilaporkan menghabiskan rata-rata 2,3 jam per hari untuk menonton televisi atau video online, 1,4 jam di media sosial, dan 1,5 jam bermain video game.
Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan antara ADHD dan aktivitas bermain video game atau menonton TV, penggunaan media sosial dalam durasi tertentu berkorelasi dengan peningkatan gejala ketidakmampuan berkonsentrasi.
Efek Penggunaan Media Sosial Terhadap ADHD
Gangguan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) adalah kondisi neurodevelopmental yang ditandai dengan gejala seperti impulsif, lupa menjalankan tugas harian, serta kesulitan dalam berkonsentrasi.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
"Kami mengidentifikasi hubungan antara penggunaan media sosial dan peningkatan gejala ketidakmampuan berkonsentrasi, yang diinterpretasikan di sini sebagai efek kausal yang mungkin," ungkap para peneliti.
Torkel Klingberg, profesor neurosains kognitif di Karolinska Institute, menambahkan bahwa gangguan konstan akibat media sosial seperti pesan dan notifikasi dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk tetap fokus.
Tren dan Implikasi Penggunaan Media Sosial oleh Anak
Studi ini menemukan bahwa peningkatan penggunaan media sosial tidak dipengaruhi oleh latar belakang sosioekonomi atau kecenderungan genetik terhadap ADHD.
Data nasional kesehatan anak-anak di AS menunjukkan prevalensi ADHD meningkat dari 9,5 persen pada periode 2003-2007 menjadi 11,3 persen pada 2020-2022.
"Penggunaan media sosial yang semakin dini dan meningkat ini menyoroti perlunya verifikasi usia yang lebih ketat dan pedoman yang lebih jelas bagi perusahaan teknologi," jelas laporan tersebut.
Selain itu, penggunaan media sosial oleh anak juga meningkat dari sekitar 30 menit per hari pada usia sembilan tahun menjadi dua setengah jam per hari pada usia 13 tahun.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: