Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 11:50 WIB

Pelantikan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU

Author

Pelantikan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU

KH Zulfa Mustofa resmi dilantik sebagai Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah rapat pleno yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dalam pernyataannya, Zulfa berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan sebersih-bersihnya dan penuh keadaban sebagai santri.

Komitmen KH Zulfa Mustofa Setelah Penetapan

Setelah dilantik, KH Zulfa Mustofa menyatakan, "Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri." Komitmen ini menunjukkan keseriusannya dalam memimpin PBNU di tengah tantangan yang ada.

Zulfa menambahkan, bahwa pengurus PBNU di bawah kepemimpinannya akan bertekad lebih solid untuk menjaga persatuan organisasi. "Bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu," ujarnya, menekankan pentingnya kebersamaan dalam organisasi.

Zulfa juga menyampaikan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh PBNU. Ia menegaskan, bahwa dengan kebersamaan, organisasi akan lebih kuat dalam melayani masyarakat.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Konflik Internal di PBNU dan Klaim Ketidakvalidan Rapat Pleno

Sementara itu, Gus Yahya yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, mengklaim bahwa rapat pleno yang menentukannya sebagai Pj Ketum tidak sah. Ia menyatakan, "Ini sendiri kan secara aturan tidak bisa disebut Pleno," menegaskan perlunya keterlibatan jajaran Tanfidziyah dalam proses tersebut.

Gus Yahya menjelaskan bahwa pleno tidak dapat diadakan hanya oleh jajaran Syuriyah secara mandiri, "Yang mengundang hanya Syuriyah, ini ndak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah," ungkapnya dengan tegas.

Ia juga menyampaikan bahwa pleno tersebut tidak sah karena gagal melibatkan dirinya sebagai Ketua Umum yang sah. "Tidak melibatkan saya sebagai Ketua Umum yang sah," jelas Gus Yahya, menunjukkan ketidakpuasan atas pengambilan keputusan.

Profil dan Harapan dari Pj Ketum PBNU

KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai sosok yang rendah hati di tengah dunia kepemimpinan PBNU. Dalam pernyataannya, ia mengaku, "Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU," mengakui peran penting para kiai dalam kepemimpinannya.

Setelah terpilih, Zulfa berharap dapat menyelesaikan konflik internal yang mungkin masih ada dalam organisasi besar ini, dan terus menerus mendorong kebersamaan di kalangan pengurus dan anggotanya.

Dengan latar belakang sebagai keponakan seorang tokoh besar dalam organisasi dan negara, harapannya adalah menjadikan PBNU sebagai organisasi yang bersatu dan produktif dalam berkontribusi untuk masyarakat.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU