Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 13:08 WIB

Penutupan ChipMixer: Langkah Signifikan dalam Perang Melawan Pencucian Uang Kripto

Author

Penutupan ChipMixer: Langkah Signifikan dalam Perang Melawan Pencucian Uang Kripto

Europol, badan kepolisian Uni Eropa, telah menutup paksa layanan pencucian uang kripto terkemuka, ChipMixer, yang beroperasi di dark web.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Dalam penggerebekan ini, pihak kepolisian berhasil menyita 1.909 keping Bitcoin, senilai sekitar Rp 3 triliun.

Latar Belakang ChipMixer

ChipMixer merupakan layanan pencampur Bitcoin yang berfungsi untuk 'membersihkan' uang hasil kejahatan.

Dengan mengaduk Bitcoin pengguna bersama dengan Bitcoin lain, layanan ini mengirimkan kembali uang dalam pecahan acak ke alamat berbeda, memutus jejak digital yang dapat dilacak oleh penegak hukum.

Layanan ini populer di kalangan pelaku kriminal, digunakan untuk menyembunyikan aliran dana yang diperoleh dari aktivitas ilegal seperti perdagangan narkoba dan penjualan senjata.

Europol menyatakan bahwa ChipMixer adalah 'bank' yang digunakan oleh banyak kelompok hacker, termasuk geng ransomware terkemuka.

Proses Penggerebekan dan Penyitaan

Operasi gabungan oleh pihak berwenang Jerman dan Amerika Serikat pada akhir November lalu berhasil membongkar jaringan ChipMixer.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Pada saat yang sama, tiga server, domain cryptomixer.io, dan data lebih dari 12 terabyte juga berhasil disita oleh polisi.

Menyusul penggerebekan tersebut, situs ChipMixer kini menampilkan pemberitahuan penyitaan, menggantikan antarmuka yang sebelumnya digunakan.

Laporan Europol menyebutkan bahwa dari awal operasinya, ChipMixer diduga telah memproses transaksi yang mencapai total 2,73 miliar Euro.

Dampak dan Tanggapan terhadap Penutupan ChipMixer

Penutupan ChipMixer bukanlah insiden pertama dalam upaya menghentikan layanan pertukaran uang kripto ilegal.

Sejumlah mixer lain telah ditutup, termasuk Bitcoin Fog dan Blender.io, mencerminkan meningkatnya tekanan hukum terhadap layanan ini.

Banyak pengguna kripto mencari alternatif untuk menjaga anonimitas mereka, dengan Monero dan Zcash menjadi pilihan populer.

Regulasi yang semakin ketat di berbagai negara, termasuk pengesahan undang-undang seperti GENIUS Act di AS, menunjukkan bahwa pemerintah berupaya mengatur dan memantau sektor ini.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU