Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melaporkan bahwa 60 perguruan tinggi di Sumatera terdampak bencana banjir dan longsor yang baru-baru ini terjadi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Lebih dari 18 ribu mahasiswa kini terhambat dalam aktivitas perkuliahan mereka akibat bencana yang merusak ini.
Identifikasi Perguruan Tinggi Terdampak
Dalam rapat dengan Komisi X DPR RI pada 8 Desember 2025, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Fauzan, mengungkapkan rincian perguruan tinggi yang terkena dampak bencana.
Di Aceh, terdapat 31 perguruan tinggi yang terimbas, terdiri dari 4 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 27 perguruan tinggi swasta (PTS).
Sementara itu, di Sumatera Utara, 14 perguruan tinggi juga terdampak, termasuk 1 PTN dan 13 PTS, dan di Sumatera Barat terdapat 15 perguruan tinggi, yang meliputi 9 PTN dan 6 PTS.
Kondisi bencana ini menyebabkan sebagian besar kegiatan perkuliahan terhenti, mengakibatkan banyak mahasiswa kehilangan waktu belajar.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Dampak Bencana Terhadap Mahasiswa
Menurut informasi yang disampaikan oleh Prof. Fauzan, sebanyak 18.824 mahasiswa terdampak di seluruh Sumatera.
Di Aceh, terdapat 15.801 mahasiswa yang terpaksa menghentikan perkuliahan, sementara di Sumatera Utara ada 2.408 mahasiswa terdampak dan di Sumatera Barat sebanyak 615 mahasiswa.
Gangguan ini jelas berdampak pada perkembangan akademik dan pendidikan mereka, sehingga perhatian dari pihak berwenang sangat diperlukan dalam situasi ini.
Langkah Penanggulangan dan Pemulihan
Dalam menghadapi krisis ini, Kemdiktisaintek telah menetapkan dua skema penanganan, yaitu penanggulangan darurat dan pemulihan, dengan target penanggulangan darurat hingga 31 Desember 2025.
Prof. Fauzan menjelaskan bahwa fokus dari tahap penanggulangan darurat adalah memenuhi kebutuhan mendesak, termasuk distribusi logistik dan layanan kesehatan darurat.
Setelah periode darurat, mulai Januari 2026, tahap pemulihan akan berlangsung dengan fokus pada rehabilitasi jangka menengah dan dukungan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Perbaikan infrastruktur, termasuk jembatan, serta edukasi mitigasi bencana menjadi prioritas untuk membangun ketahanan jangka panjang masyarakat.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: