Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, menegaskan bahwa negara memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, khususnya di Aceh dan sekitarnya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini disampaikannya di tengah gerakan donasi yang hanya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 10 miliar.
Pernyataan Endipat Wijaya dalam Rapat Kerja
Dalam rapat kerja yang diadakan pada 8 Desember 2025, Endipat Wijaya mencatat bahwa bantuan yang diberikan pemerintah untuk penanganan bencana di Aceh telah mencapai triliunan rupiah.
Ia juga menyayangkan rendahnya hasil sumbangan dari gerakan donasi, yang dipimpin oleh influencer seperti Ferry Irwandi, yang hanya mencapai Rp 10 miliar.
Endipat memperingatkan bahwa meskipun perlu ada kepedulian masyarakat, kontribusi negara dalam penanggulangan bencana tidak bisa diabaikan.
Ia mengungkapkan, 'Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh.'
Kritik terhadap Keterlibatan Pihak Lain
Politikus dari Partai Gerindra ini menyoroti perlunya komunikasi yang lebih jelas dari Kementerian Komunikasi dan Digital mengenai langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam penanganan bencana.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Endipat menegaskan bahwa banyak individu yang merasa berkontribusi di daerah bencana, padahal kehadiran mereka seringkali hanya bersifat simbolis tanpa upaya nyata.
Ia menyatakan, 'Ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana.'
Kehadiran negara dalam penanggulangan bencana harus diakui sebagai upaya yang konsisten dan berkelanjutan.
Profil Singkat Endipat Wijaya
Endipat Wijaya lahir pada 31 Mei 1984, dan merupakan lulusan Teknik Metalurgi dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2006, serta menyelesaikan pendidikan Manajemen di Swiss German University pada 2019.
Sebelum berkarir di dunia politik, Endipat bekerja sebagai teknisi di Double A Group dan kemudian bergabung dengan PT Kaltim Prima Coal.
Ia mulai memasuki dunia politik pada 2011 dengan bergabung ke Partai Gerindra, saat ini menjabat sebagai anggota DPR periode 2024-2029, setelah meraih 105.413 suara.
Endipat mewakili daerah pemilihan Kepulauan Riau dan berhasil meraih suara tertinggi di dapil tersebut pada pemilihan umum 2024.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: