Senin, 08 DESEMBER 2025 • 20:43 WIB

PT PLN Memulihkan 93 Persen Sistem Kelistrikan di Aceh

Author

PT PLN Memulihkan 93 Persen Sistem Kelistrikan di Aceh

PT PLN (Persero) berhasil memulihkan 93 persen sistem kelistrikan di Aceh, memungkinkan lebih dari 1,7 juta masyarakat menikmati kembali layanan listrik.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Keempat kabupaten yang terdampak, yakni Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, kini kembali menerima pasokan listrik.

Upaya Pemulihan Listrik di Aceh

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam pemulihan kelistrikan.

Arahan dari Presiden untuk mempercepat pemulihan ini telah diimplementasikan oleh PLN bersama dengan berbagai lembaga, termasuk TNI dan Polri.

Bahlil mengutarakan, "Alhamdulillah, pemulihan kelistrikan di empat kabupaten berjalan lancar. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi berkat kolaborasi kuat antara PLN, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat, hal ini bisa tercapai dengan segera."

Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan agar seluruh infrastruktur kelistrikan dapat berfungsi kembali dalam waktu singkat.

Dukungan Moral dari Pimpinan

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menekankan bahwa kehadiran Presiden sangat memotivasi tim di lapangan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

"Dukungan dan kehadiran langsung dari Bapak Presiden menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh tim kami di lapangan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah melakukan pekerjaan non-stop selama berhari-hari, tim PLN mengalami kelelahan, namun dorongan moril dari Presiden mengubah rasa lelah menjadi semangat untuk melanjutkan pekerjaan.

Berkat dukungan dari semua pihak, PLN dapat menyelesaikan pemulihan ini dengan lebih efisien dan efektif.

Tantangan dan Proses Sinkronisasi

Darmawan juga menjelaskan bahwa untuk memulihkan sistem kelistrikan Aceh, proses sinkronisasi diperlukan dalam waktu 24 jam.

Ini untuk memastikan pasokan listrik lebih stabil dan menghindari pemadaman bergilir.

"Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh," jelasnya.

Ia menekankan bahwa pemulihan difokuskan pada fasilitas publik vital, termasuk rumah sakit dan posko pengungsian, untuk memastikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU