Senin, 08 DESEMBER 2025 • 14:30 WIB

Kementerian Pertanian Klarifikasi Jumlah Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Author

Kementerian Pertanian Klarifikasi Jumlah Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan pernyataan resmi terkait bantuan untuk korban bencana di Sumatera, menyusul adanya kesalahpahaman mengenai jumlah bantuan yang beredar di masyarakat.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, menjelaskan bahwa total bantuan beras yang disalurkan mencapai 1.200 ton dengan nilai Rp 16 miliar.

Kesalahan Data Tersebar di Media Sosial

Moch. Arief Cahyono menjelaskan bahwa informasi awal yang beredar mengenai nilai bantuan sebesar Rp 1,3 miliar tidak mencakup rincian volume secara lengkap.

Dia menyatakan bahwa angka 21.874 mencerminkan jumlah paket beras, di mana setiap paket berisi lima kilogram, yang menunjukkan adanya kebingungan dalam publik.

Kementan berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan ini agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman informasi di masyarakat.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Bantuan Diterima dari Berbagai Pihak

Arief juga menegaskan bahwa kementerian tidak menggunakan anggaran untuk membeli barang bantuan, melainkan menerima sumbangan dari mitra dan pihak lain.

Setelah mendapatkan bantuan, tugas Kementan adalah menyalurkan bantuan tersebut ke wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penyaluran yang tepat.

Beliau menekankan, 'Kami terbuka terhadap kritik dan koreksi. Setiap sen uang donasi akan dipertanggungjawabkan dan diaudit', untuk menjamin transparansi proses ini.

Mengawasi Akuntabilitas dan Transparansi

Kementan mengingatkan pentingnya pengawasan internal dalam proses pengelolaan dan distribusi bantuan dengan dukungan dari Inspektorat Jenderal.

Mereka berusaha memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diaudit, sejalan dengan komitmen transparansi yang diusung.

'Yang terpenting kini adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di lapangan,' ujar Arief menekankan tanggung jawab kementerian.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU