Banjir lahar yang dipicu oleh erupsi Gunung Semeru menggenangi 15 rumah warga di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Ketinggian material banjir lahar bahkan mencapai 4 meter, hanya menyisakan genting rumah di tengah tumpukan pasir.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa dampak banjir lahar ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warganya. Selain merusak rumah, sebuah masjid di daerah tersebut juga terimbun.
Dampak Banjir Lahar terhadap Permukiman
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa 'Banjir lahar yang meluap mengakibatkan 15 rumah warga di Dusun Sumber Langsep terdampak.' Kerusakan yang terjadi memerlukan perhatian khusus mengingat banyaknya warga yang harus mengungsi.
Banjir lahar tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengakibatkan sebuah masjid di dusun tersebut terimbun. Tindakan evakuasi segera dilakukan di wilayah-wilayah yang berpotensi terkena dampak lebih lanjut untuk menjamin keselamatan warga.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Penyebab dan Perkembangan Terakhir
Hujan deras yang berlangsung tanpa henti sejak Sabtu pagi telah meningkatkan intensitas aliran banjir lahar ke daerah permukiman. Dalam pantauan, material lahar terlihat mengalir melalui beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk Sungai Regoyo di Desa Jugosari.
Besar aliran lahar menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air yang ada, sehingga luapan terjadi. Hal ini menjadi sinyal peringatan bagi warga di daerah rawan untuk waspada terhadap kemungkinan bencana lebih lanjut.
Tindakan Penanganan dan Rencana Ke depan
Petugas BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan bersiap untuk memberikan bantuan bagi warga terdampak. Isnugroho menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya, 'Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya.'
Pemerintah daerah telah merencanakan evaluasi menyeluruh terhadap potensi dampak yang lebih luas serta upaya untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Proses evaluasi ini akan melibatkan analisis serta pengkajian risiko lingkungan di sekitar area terdampak.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: