Gabriel Batistuta, bomber legendaris Argentina, menyatakan bahwa tipe penyerang dengan nomor punggung sembilan telah punah dalam sepak bola modern. Pernyataan ini disampaikan setelah ia menghadiri acara drawing Piala Dunia 2026 di Washington, DC.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Batistuta mencatat bahwa perkembangan permainan menyebabkan penyerang dengan gaya bermain tradisional, seperti dirinya, semakin sulit ditemukan di lapangan.
Kehilangan Tipe Penyerang Tradisional
Dalam pernyataannya, Batistuta mengungkapkan, "Sepak bola terus berkembang. Seorang No.9 seperti Batistuta atau (Christian) Vieri sudah tidak ada lagi." Hal ini mencerminkan perubahan mendasar dalam strategi permainan di level tertinggi.
Menurut Batistuta, penyerang zaman sekarang tidak hanya fokus di dalam kotak penalti. "Penyerang yang berada di sana dan mendominasi area kotak penalti dengan cara tertentu... sekarang sudah berbeda," tambahnya.
Ia menunjukkan bahwa pemain saat ini bergerak lebih fleksibel, beradaptasi dengan taktik permainan yang terus berubah. "Mereka bergerak ke mana-mana, mereka banyak bergerak," tegas Batistuta.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Legacy dan Pemeran Utama Sepak Bola Argentina
Gabriel Batistuta memiliki prestasi yang luar biasa selama kariernya. Ia mencetak 183 gol dalam 318 pertandingan di Serie A dan menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di eranya.
Selama sembilan tahun berkarier di Fiorentina, Batistuta menjadi simbol klub dan bahkan dihormati dengan patung di Stadion Artemio Franchi. Ia juga dikenal sebagai mesin gol AS Roma saat membawa klub tersebut meraih gelar Liga Italia pada 2000-2001.
Di tingkat internasional, Batistuta mencetak 54 gol dalam 78 pertandingan, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Argentina, hanya kalah dari Lionel Messi.
Situasi Tim Nasional Argentina Terkini
Dalam konteks tim nasional, Batistuta juga menyoroti persaingan antara dua penyerang, Lautaro Martinez dan Julian Alvarez. Ia berpendapat bahwa ini merupakan masalah positif bagi pelatih Lionel Scaloni.
"Saya suka mereka berdua. Ini masalah yang bagus untuk Scaloni. Saya tidak tahu bagaimana dia akan membuat pilihan," ujarnya, menunjukkan keraguannya untuk menentukan pilihan antara keduanya.
Walaupun keduanya memiliki gaya permainan yang mirip, Batistuta meyakini bahwa mereka dapat berkolaborasi di lini depan. "Mereka mungkin bisa bermain bersama, tetapi mereka seharusnya diminta. Dari luar, sepertinya begitu," kata Batistuta.
Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: