Pemprov Sumatera Barat mengumumkan perpanjangan status tanggap darurat bencana alam akibat belum sepenuhnya pulihnya beberapa daerah setelah bencana banjir dan longsor.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Gubernur Mahyeldi menyatakan bahwa pekerjaan tanggap darurat masih berlangsung dengan evaluasi lebih lanjut yang akan dipertimbangkan pada 8 Desember 2025.
Kondisi Terkini Pasca Bencana
Beberapa daerah di Sumatera Barat, seperti Kota Solok dan Kota Payakumbuh, telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, sedangkan Kabupaten Agam dan Kota Pariaman masih memerlukan perhatian khusus.
Akses jalan dan jembatan yang terputus di beberapa titik menghambat distribusi bantuan, sehingga pemerintah provinsi berupaya untuk memperbaiki infrastruktur ini.
Gubernur Mahyeldi menjelaskan langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan ketersediaan kebutuhan dasar, termasuk makanan dan air bersih, bagi warga yang terdampak bencana.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Jumlah Pengungsi dan Bantuan yang Diterima
Jumlah pengungsi yang masih tercatat sekitar 20 ribu orang, dengan sebagian besar tinggal di tenda atau hunian sementara (huntara).
Mahyeldi memastikan bahwa pemerintah akan membantu warga yang rumahnya rusak berat dengan memfasilitasi pembangunan rumah baru atau menemukan lokasi alternatif bagi yang tidak memiliki tanah.
Dukungan dari provinsi lain seperti Riau dan Jambi serta instansi terkait seperti TNI dan Polri juga telah diterima, memperkuat upaya penyaluran bantuan.
Kolaborasi dalam Penanganan Bencana
Kolaborasi antara berbagai instansi dan relawan di lapangan sangat penting untuk memastikan distribusi bantuan dapat berjalan dengan lancar.
Mahyeldi menekankan pentingnya kerja sama untuk menghindari hambatan yang disebabkan oleh alat berat yang beroperasi di lokasi bencana.
Semua pihak diharapkan bisa bersinergi agar penanganan bencana dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: