Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 10:53 WIB

Rencana Pembelian 200 Helikopter untuk Penguatan Alutsista Indonesia

Author

Rencana Pembelian 200 Helikopter untuk Penguatan Alutsista Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pengadaan 200 helikopter dalam upaya penguatan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap posisi geografis Indonesia yang rentan terhadap bencana alam.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pada acara puncak HUT Partai Golongan Karya ke-61 di Istora Senayan pada 5 Desember. Prabowo menekankan pentingnya peningkatan alutsista untuk menghadapi berbagai potensi bencana di tanah air.

Penguatan Alutsista Indonesia

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa saat ini terdapat 50 helikopter yang beroperasi di daerah bencana di Sumatra. Ia juga menambahkan bahwa baru-baru ini terdapat lima helikopter baru yang datang untuk memperkuat upaya penanganan bencana.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa beberapa bulan yang lalu, pemerintah juga mendatangkan lima unit pesawat Hercules C-130J dan Airbus A400. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat kesiapan dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Ia menegaskan bahwa alutsista memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh bangsa, terutama dalam konteks Indonesia yang berada di kawasan dengan risiko tinggi terhadap bencana alam.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Rencana Pembelian 200 Helikopter

Prabowo mengarahkan agar pemerintah segera memulai proses pengadaan 200 helikopter pada bulan Januari mendatang. Pembelian ini diharapkan dapat signifikan meningkatkan respons pemerintah dalam penanggulangan bencana dan memperkuat kemampuan operasional alutsista.

Presiden juga menanggapi kritik dari kalangan elit terhadap rencana pembelian alutsista tersebut, menyatakan bahwa kritik ini dapat menghambat kemajuan yang telah direncanakan. Ia menganggap bahwa investasi dalam alutsista adalah investasi untuk keselamatan dan keamanan bangsa.

Prabowo menekankan bahwa alutsista yang kuat akan berguna untuk menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Konteks Geografis dan Kebijakan Pertahanan

Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia terletak di The Ring of Fire, menjadikannya rentan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Dengan kondisi ini, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi sangat penting.

Dalam pandangannya, pengadaan alutsista bukanlah pengeluaran yang tidak perlu, melainkan langkah strategis untuk memastikan keselamatan masyarakat. Ia menyatakan, "Bencana alam adalah bagian yang kita harus hadapi."

Ini menunjukkan bahwa kebijakan pertahanan yang diterapkan semakin kompleks, di mana penanganan bencana juga menjadi aspek penting dalam strategi pertahanan nasional.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU