Selat Muria, yang telah hilang selama hampir tiga abad, berpotensi muncul kembali di Pesisir Jawa Tengah akibat pergeseran geologis.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Hal ini disampaikan oleh pakar geologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eko Soebowo, yang telah mengamati perubahan permukaan tanah di wilayah tersebut.
Penyebab Kembalinya Selat Muria
Eko Soebowo menjelaskan penurunan tanah yang terjadi di wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya bervariasi, dengan intensitas tertinggi mencapai 10 sentimeter per tahun.
Ini disebabkan oleh karakteristik tanah sedimen muda dan aktivitas manusia yang berkontribusi besar terhadap penurunan permukaan tanah.
Faktor penurunan permukaan tanah dapat dibagi menjadi dua kategori: alami dan antropogenik. Faktor alami, seperti karakteristik tanah sedimen, dapat menyebabkan penurunan sekitar 1 sentimeter per tahun, sementara aktivitas manusia dan eksploitasi air tanah berpotensi menyebabkan penurunan yang lebih signifikan.
Kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim juga berpotensi membuat Selat Muria muncul kembali, meskipun banjir bukanlah penyebab langsung kembalinya selat tersebut.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Implikasi Lingkungan dan Infrastruktur
Menurut Eko, banjir di wilayah tersebut malah dapat meningkatkan ketinggian daratan, bukan sebaliknya. 'Jika banjir terjadi, itu justru mengisi sedimentasi di daerah selat tersebut,’ jelasnya.
Fenomena banjir dapat membawa material dari sungai-sungai yang mengalir menuju pantura, yang berfungsi untuk mempercepat proses pendangkalan.
Hal ini menjadi perhatian utama, terutama bagi kota-kota seperti Semarang yang menghadapi masalah serius akibat penurunan permukaan tanah secara sistematis.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Kehadiran Selat Muria kembali, jika terwujud, memunculkan harapan baru bagi ekosistem dan pengelolaan sumber daya alam di Pesisir Jawa Tengah.
Namun, tantangan tetap ada, terutama berkaitan dengan sistem infrastruktur yang telah ada saat ini.
Pakar memberikan peringatan bahwa mitigasi perlu dilakukan untuk mengatasi penurunan tanah dan dampak perubahan iklim yang berkelanjutan.
Kepentingan akan keberlanjutan ekosistem pesisir harus dijaga untuk memaksimalkan peluang pemulihan lingkungan ini.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: