Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 13:53 WIB

Prediksi Puncak Banjir Rob di Jakarta pada Desember 2025

Author

Prediksi Puncak Banjir Rob di Jakarta pada Desember 2025

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa puncak banjir rob di wilayah pesisir Jakarta diperkirakan akan terjadi pada 5 Desember 2025. Fenomena ini disebabkan oleh kombinasi fase perigee dan bulan purnama yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa fase perigee dan bulan purnama ini akan terjadi pada 4 Desember, berpotensi menyebabkan kenaikan muka air laut yang dapat membanjiri pesisir Indonesia.

Analisis BMKG Mengenai Potensi Banjir Rob

BMKG menjelaskan bahwa potensi rob akan meluas ke sejumlah wilayah pesisir, termasuk pesisir Sumatera, pesisir Jawa, serta Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur dari 2 hingga 10 Desember 2025. Peringatan ini mencakup juga daerah Sulawesi Utara dan sebagian Maluku.

Dari tanggal 5 hingga 15 Desember, potensi rob masih berlanjut di Banten, Jakarta, dan pesisir utara serta timur Jawa. Beberapa wilayah Kepulauan Riau dan Kalimantan juga diprediksi akan terdampak, menunjukkan fenomena ini berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Selanjutnya, dari 6 hingga 23 Desember, BMKG juga memperkirakan akan terjadi rob di pantai utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat. Informasi ini menunjukkan keadaan cuaca yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Langkah Kesiapsiagaan yang Ditetapkan

Pramono Anung menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk meningkatkan kewaspadaan di titik-titik rawan banjir. Dalam forum High Level Meeting, ia menekankan kesiapsiagaan menjelang puncak banjir rob yang diperkirakan akan terjadi pada pukul 9 pagi.

Dalam pernyataannya, Pramono menyebutkan pentingnya mitigasi bencana dan strategi penanggulangan yang efektif untuk mengurangi dampak. Ia mengidentifikasi daerah kritis seperti Muara Angke dan Marunda yang berpotensi menjadi lokasi paling terpengaruh oleh fenomena ini.

Peningkatan kesiapsiagaan menjadi sangat penting mengingat kombinasi antara pasang air laut dan curah hujan tinggi yang diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat.

Ancaman Berkelanjutan dari Fenomena Rob

Pramono Anung menegaskan bahwa ancaman banjir rob tidak akan berakhir pada 5 atau 6 Desember, melainkan diperkirakan akan muncul gelombang rob baru pada minggu ketiga Desember. Hal ini menambah tantangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Selain itu, puncak curah hujan yang tinggi diperkirakan juga akan terjadi pada bulan Januari. Masyarakat di daerah pesisir diminta untuk tetap waspada dan melakukan persiapan yang matang menghadapi potensi bencana.

Situasi ini memerlukan perhatian dari berbagai pihak untuk menangani isu pengelolaan air serta infrastruktur di wilayah yang rawan terdampak.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU