Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah mengonfirmasi bahwa 125 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil selamat dari kebakaran yang terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong pada tanggal 26 November 2025.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Saat ini, terdapat lima WNI yang masih belum ditemukan dan satu orang lainnya mendapat penanganan medis di rumah sakit setempat.
Kronologi Kebakaran di Wang Fuk Court
Kebakaran hebat yang melanda Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada 26 November 2025, telah mengakibatkan kerugian besar. Setidaknya 159 orang dilaporkan tewas dan 79 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Penyelidik menyatakan bahwa penyebab utama kebakaran tersebut adalah penggunaan perancah bambu dan lembaran plastik penutup jendela yang mudah terbakar, yang memperburuk penyebaran api di gedung berlantai tinggi ini.
Sebanyak 21 individu, termasuk pihak kontraktor utama, sub-kontraktor, dan konsultan teknis, telah ditangkap oleh pihak berwenang Hong Kong untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Statistik dan Penanganan Korban
Dalam rilis data terbaru, Kemlu RI melaporkan bahwa dari total sekitar 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen Wang Fuk Court, sebanyak 125 orang dinyatakan selamat dari kebakaran. Namun, jumlah korban tewas masih tercatat sembilan orang.
Satu WNI yang masih dirawat di rumah sakit menunjukkan perlunya perhatian medis lebih lanjut, mengindikasikan kondisi yang tidak stabil.
Kemlu juga menginformasikan bahwa tim yang dibentuk oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong sedang melakukan langkah-langkah untuk menangani pemulangan jenazah korban.
Proses Identifikasi Jenazah
Menurut juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, sejumlah jenazah WNI telah berhasil diidentifikasi. Namun, proses identifikasi terhadap korban lainnya memerlukan sampel DNA untuk memastikan identitas.
Yvonne Mewengkang juga menegaskan bahwa pemulangan jenazah WNI tidak dapat dipastikan kapan akan dilakukan, mengingat perlunya koordinasi yang sedang berlangsung.
Tim yang dibentuk bertujuan untuk memberikan semua informasi yang diperlukan kepada keluarga korban mengenai proses pemulangan, dan tetap memberikan dukungan psikologis kepada mereka yang terdampak.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: