Luhut Binsar Pandjaitan Klarifikasi Isu Kepemilikan PT Toba Pulp Lestari dan Tindakan Terkait Banjir Besar di Sumatra
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan klarifikasi mengenai tuduhan kepemilikan PT Toba Pulp Lestari, menyusul isu keterlibatan perusahaan dalam banjir besar yang melanda Pulau Sumatra.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, Luhut menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menolak adanya afiliasi dengan perusahaan yang tengah diperiksa atas dugaan dampak ekologinya.
Pernyataan Resmi Luhut
Juru bicara Luhut memperjelas dengan menyatakan, "Informasi tersebut adalah tidak benar. Pak Luhut tidak memiliki, tidak terafiliasi, dan tidak terlibat dalam bentuk apa pun-baik secara langsung maupun tidak langsung-dengan Toba Pulp Lestari."
Ia juga menggarisbawahi bahwa setiap klaim mengenai kepemilikan atau keterlibatan Luhut dengan TPL adalah "informasi yang keliru dan tidak berdasar."
Luhut Binsar Pandjaitan selalu berkomitmen untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, terutama yang berkaitan dengan transparansi dan etika pemerintahan.
Jodi Mahardi mengimbau publik untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Rekomendasi Penutupan Operasional TPL
Pada 24 November, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk menutup operasional PT Toba Pulp Lestari.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Rekomendasi ini muncul akibat konflik agraria berkepanjangan antara perusahaan dan masyarakat adat di Buntu Panaturan.
Bobby Nasution menegaskan bahwa surat resmi akan segera dikirimkan untuk memastikan langkah ini, mengingat operasional TPL berdampak pada 12 kabupaten di wilayah Sumatera Utara.
Ketegangan mengenai TPL juga meningkat akibat dugaan keterlibatan perusahaan dalam bencana banjir yang mengakibatkan banyak korban jiwa di Sumatra.
Tanggapan TPL Terhadap Tuduhan
PT Toba Pulp Lestari secara resmi membantah adanya keterkaitan dengan bencana ekologis yang terjadi di Sumatra.
Corporate Secretary TPL, Anwar Lawden, menyatakan, "Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi."
Anwar menambahkan bahwa seluruh kegiatan Hutan Tanaman Industri (HTI) telah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS), memastikan bahwa prinsip Pengelolaan Hutan Lestari diterapkan.
Meskipun demikian, TPL tetap membuka ruang untuk dialog yang konstruktif guna memastikan keberlanjutan yang adil dan bertanggung jawab terkait pengelolaan sumber daya alam.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: