Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Fenomena Air Jernih di Danau Singkarak di Tengah Pemberitaan Banjir

Author

Fenomena Air Jernih di Danau Singkarak di Tengah Pemberitaan Banjir

Di tengah berita banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh dan Sumatera, Danau Singkarak di Sumatera Barat menunjukkan kondisi air yang unik dan mencolok.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Aliran air yang biasanya tenang kini terlihat jernih dan deras setelah pembukaan bendungan di kawasan Ombilin, menarik perhatian publik.

Kejadian Aliran Jernih yang Menyita Perhatian

Video yang diunggah melalui akun TikTok @sondra*** menunjukkan kondisi air Danau Singkarak yang meluap hingga mencapai setinggi betis, bahkan menggenangi halaman masjid.

Pengunggah video mencatat, 'Danau Singkarak meluap,' sambil menampilkan air yang jernih dengan refleksi warna kehijauan.

Sebuah unggahan lain menggambarkan perbandingan alirannya dengan sungai-sungai di Eropa, menyebutkan, 'Pasca pelepasan air Danau Singkarak di Ombilin seperti sungai di Swiss.'

Meskipun debit air meningkat, kondisi ini dianggap aman dan menjadi daya tarik bagi warga setempat yang ingin menyaksikannya.

Respon Warganet dan Persepsi Bersihnya Air

Fenomena ini memicu berbagai reaksi warganet yang mengagumi kejernihan air dan mencatat perbedaan dengan banjir umumnya yang adalah keruh.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Seorang pengguna TikTok memberikan komentar, 'Ini beneran di Indonesia ada danau sebersih dan seindah ini?'

Beberapa warganet mengaitkan kondisi ini dengan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti yang diungkapkan oleh akun @radenzerga*, 'Jernih ya. Berarti warganya nggak sembarangan buang sampah.'

Kondisi air yang tidak membawa lumpur atau sampah memberikan kesan positif di tengah musibah banjir yang sedang berlangsung.

Penjelasan Warga Lokal tentang Kejadian

Warga lokal, Sondra Agung Mulyadi, menjelaskan bahwa kenaikan permukaan air disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, bukan karena akumulasi sampah.

Ia menyatakan, 'Air meluap karena hujan, bukan karena sampah. Di perkarangan tempat air naik, tidak ada sampah atau kotoran.'

Sondra menambahkan bahwa pembukaan pintu bendungan dilakukan selama 24 jam, untuk menjaga kestabilan volume air yang mengalir ke Sungai Indragiri di Riau atau dialihkan ke Batang Anai untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Saat ini, kondisi di sekitar Danau Singkarak dikategorikan masih terkendali, dan aktivitas warga di masjid tetap berjalan meskipun terdapat genangan air.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU