Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, baru-baru ini mengumumkan keberhasilan pembangunan kapal selam bertenaga nuklir sebagai hasil dari perundingan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Pengumuman ini menyusul penandatanganan perjanjian pada November 2025 mengenai kerjasama dalam pembuatan kapal selam yang didukung oleh Amerika Serikat.
Kerjasama Strategis dengan Amerika Serikat
Penandatanganan perjanjian pembangunan kapal selam bertenaga nuklir menunjukkan meningkatnya hubungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat di tengah ketegangan regional.
Dalam lembar fakta yang dirilis oleh Gedung Putih, Amerika Serikat menyetujui untuk memberikan dukungan dalam pembuatan kapal selam tersebut, termasuk pengadaan bahan bakar nuklir.
Lee Jae Myung menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil nyata dari perundingan bilateral yang intensif, yang menunjukkan pentingnya penguatan pertahanan bagi negara.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Rincian Kapal Selam dan Teknologi yang Diterapkan
Kapal selam bertenaga nuklir akan dibangun di galangan kapal di Philadelphia, dikelola oleh Hanwha, sebuah konglomerat besar asal Korea Selatan.
Donald Trump menyatakan bahwa kapal selam ini dirancang untuk menggantikan kapal selam bertenaga diesel yang lebih tua dan memiliki efisiensi operasional yang lebih rendah.
Kapal selam nuklir diharapkan dapat beroperasi lebih lama dan lebih jauh, sehingga memberikan keunggulan strategis dalam pengintaian terhadap aktivitas negara-negara seperti Korea Utara dan China.
Posisi Korea Selatan dalam Kawasan
Hanya enam negara yang memiliki kapal selam strategis bertenaga nuklir, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, Prancis, dan India.
Korea Selatan saat ini memiliki sekitar 20 kapal selam, semuanya berjenis diesel, yang memerlukan kehadiran di permukaan lebih sering, meningkatkan risiko pengintaian oleh musuh.
Dengan teknologi kapal selam nuklir ini, Korea Selatan diharapkan dapat memperkuat kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman di perairan sekitarnya.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: