Ibu kota Hungaria, Budapest, baru-baru ini mendapat predikat sebagai kota paling kotor di dunia berdasarkan laporan dari Radical Storage.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Penilaian ini menarik perhatian, terutama karena Italia diwakili oleh empat kota yang juga masuk daftar kota terkotor, menunjukkan masalah kebersihan yang signifikan di beberapa lokasi wisata global.
Metode Penilaian Kebersihan Kota
Radical Storage, penyedia layanan penyimpanan bagasi untuk turis, menyusun daftar ini berdasarkan analisis terhadap 70.000 ulasan Google dari 100 kota yang termasuk dalam daftar Top 100 City Destinations yang dirilis oleh Euromonitor.
Mereka menganalisis seberapa sering istilah 'clean' dan 'dirty' muncul dalam ulasan yang ditulis oleh pengunjung objek wisata terpopuler di setiap kota.
Untuk menjaga objektivitas, ulasan yang tidak representatif dihapus, termasuk yang terlalu sedikit atau yang menggunakan bahasa selain Inggris.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Kondisi Kebersihan di Budapest
Dengan lebih dari 37,9% ulasan yang menyoroti kebersihan menyebutkan masalah kotoran atau pengelolaan yang buruk, Budapest mencatatkan diri di posisi teratas.
Masalah ini semakin memburuk akibat sistem pengelolaan sampah yang tidak mampu mengimbangi lonjakan jumlah wisatawan, yang meningkat sebesar 8,3% pada September.
Lonjakan 12% pengunjung di Budapest dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya memperburuk situasi kebersihan kota.
Daftar Kota Terkotor Lainnya
Di posisi kedua, Roma mencatat 35,7% ulasan yang mencerminkan masalah kebersihan, dengan banyak wisatawan yang mengeluh mengenai kondisi kotor di berbagai forum online.
Salah satu pengguna Reddit mengungkapkan pengalamannya, "Saya mengunjungi Roma untuk ketiga kalinya dalam 20 tahun. Dari yang saya lihat, kota ini memang selalu kotor."
Las Vegas dan Florence mengikuti di posisi ketiga dan keempat dengan masing-masing 31% dan 30% keluhan mengenai kebersihan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: